Mengenal Glass Skin, Ketika Standar Cantik Bergeser ke Kulit Bening Alami

republika.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dunia kecantikan digital diramaikan dengan tren glass skin. Bayangan memiliki wajah yang tidak hanya cerah merona, tetapi juga tampak begitu bening, kenyal, dan memantulkan cahaya dari kejauhan, telah menjadi magnet tersendiri.

Bagi Gen Z, pencapaian kulit wajah yang sehat secara effortless ini telah bertransformasi menjadi salah satu pilar utama dalam merajut rasa percaya diri, baik saat harus tampil di hadapan publik secara langsung maupun ketika membagikan momen di ruang digital. Kendati demikian, di balik gelombang viralnya tren tersebut, tersimpan realitas yang kerap menjadi batu sandungan bagi banyak anak muda.

Baca Juga
  • Kulit Putih dalam Dua Hari? Kenali 'Red Flag' Bahaya Kosmetik Ilegal
  • Bukan Cuma Skincare, Mental yang Sehat Juga Kunci Kulit Glowing
  • Mengenal Tiga Teknologi Radiofrequency untuk Perawatan Kulit

Perjalanan menuju glass skin sering kali diasosiasikan dengan labirin perawatan kulit yang melelahkan. Rutinitas skincare berlapis-lapis, yang lazim dikenal melalui tren perawatan ala Negeri Ginseng, menuntut waktu harian yang tidak sedikit.

Belum lagi beban finansial yang harus dikeluarkan demi meracik dan melengkapi berbagai macam produk demi mencapai hasil yang diidamkan. Bagi para pelajar, mahasiswa, hingga pekerja muda dengan mobilitas tinggi, hambatan waktu dan biaya ini menjadi pertimbangan pelik yang kerap memupuskan niat mereka untuk merawat kesehatan kulit secara optimal.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Memahami keresahan kolektif yang dirasakan oleh generasi masa kini, jenama perawatan kulit, Glow & Lovely, memperkenalkan rangkaian produk terbarunya, Glass Bright Ultralight Range. Produk ini diformulasikan secara khusus menggunakan kombinasi mutakhir antara Multivitamin dan Glow Serum.

Brand Lead Glow & Lovely, Ita Karo Karo, mengatakan jika pada dekade-dekade sebelumnya fokus utama perawatan kulit wajah berkisar pada keinginan untuk "tampak putih atau cerah", kini definisi tersebut telah bergeser ke arah yang jauh lebih holistik dan natural. Standar estetika modern menuntut kondisi kulit yang tidak sekadar cerah, melainkan memancarkan kesehatan yang paripurna dari dalam.

Kalo kayak zaman dulu orang ngomong ‘eh kulitnya harus cerah’, tapi sekarang everybody is talking about having glass skin. Dan apa sih glass skin itu? Jadi not only cerah, tetapi yang supple, yang bouncy, yang sehat, jadi dari kejauhan itu kelihatannya bening,” ujar Ita dalam konferensi pers Glow & Lovely yang digelar pada Selasa (11/8/2026).

Meskipun impian ini begitu diidam-idamkan oleh banyak orang, Ita secara realistis mengakui proses pencapaiannya tidak bisa disamaratakan. Setiap manusia diciptakan dengan keunikan biologis serta latar belakang paparan lingkungan yang sangat beragam.

Faktor-faktor eksternal maupun internal ini secara langsung memengaruhi bagaimana kulit merespons perawatan yang diberikan, sehingga perjalanan setiap orang dalam menggapai glass skin versi mereka pasti akan diwarnai oleh tantangan yang berbeda pula. “Kita memang menyadari bahwa untuk achieve a certain skin condition kayak si glass skin itu, semua orang pasti punya perjalanan yang beda-beda. Karena pastinya semua orang kondisi kulitnya berbeda-beda,” ujar Ita.

Bagi kalangan muda yang harus membagi waktu antara tuntutan profesional di tempat kerja maupun kewajiban akademis di kampus, menghabiskan waktu berjam-jam di depan meja rias demi rangkaian skincare yang panjang tentu bukan sebuah opsi yang praktis. Tekanan untuk tetap tampil prima, profesional, dan penuh percaya diri di ruang publik sering kali berbenturan dengan keterbatasan waktu istirahat yang mereka miliki.

“Mau yang udah kerja, atau yang masih kuliah pasti tau kayak, ‘okay, aku harus nyampe di kantor atau di kampus jam 10 dan aku harus bangun jam 5 hanya untuk skinkeran’. Nah ini memang challenge yang kita hadapi as women, to look good, to be confident, tapi juga investment-nya banyak. Kita provide, as a brand, simplicity in steps,” ujarnya. 

Sebagai bentuk komitmen nyata dalam merangkul berbagai jenis permasalahan kulit yang dihadapi oleh para penggunanya, rangkaian Glass Bright Ultralight Range diracik melalui pendekatan formula spesifik. Setiap individu memiliki fokus perbaikan kulit yang berbeda-beda, sehingga penyediaan satu solusi umum tidak akan pernah cukup untuk mengakomodasi seluruh kebutuhan konsumen.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Satu Tapir Mati, Tapir Lain Diduga Bertahan Hidup di Hutan Register 45
• 10 jam lalukompas.id
thumb
Kronologi Wanita Asal Wajo yang Hilang 2 Tahun, Lalu Ditemukan Tinggal Tulang
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
PB Mathla’ul Anwar ke Newport: Al-Quran Bukan Alat Gimmick Apalagi Promosi Miras
• 16 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
VinFast Perluas Jaringan Authorized Service Outlet di Indonesia, Bangun Ekosistem EV komprehensif
• 7 jam laludisway.id
thumb
Kemenkum Uji Pemilihan KaKanwil Sumut Lewat E-Voting, Menkum Supratman: Kurangi Subjektivitas
• 1 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.