DEPOK, DISWAY.ID-- Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Indonesia (Mapala UI) resmi memulai rangkaian kegiatan besar di wilayah timur Indonesia pada Agustus 2026.
Kegiatan ini terbagi menjadi dua agenda utama, yakni ekspedisi paralayang di Maluku Utara serta program pengabdian masyarakat di Maluku Tengah.
Ketua Mapala UI, Salman Muzhaffar, menyatakan bahwa kedua program tersebut merupakan representasi nyata dari semangat bertualang sekaligus wujud kontribusi mahasiswa bagi masyarakat.
BACA JUGA:34 PTKIN Masuk Transparent Ranking OpenAlex 2026, Ini 5 UIN dengan Peringkat Teratas
"Kedua program ini menjadi representasi semangat bertualang anak muda sekaligus wujud kontribusi mahasiswa untuk masyarakat," ujar Salman.
Ekspedisi bertajuk Fly The Spice Islands mengangkat misi menyusuri jejak Jalur Rempah di Maluku Utara. Rute penerbangan melintasi tiga gunung strategis, yaitu Gunung Gamalama, Gamkonora, dan Woka, yang membentang dari Pulau Ternate, Halmahera, hingga Kepulauan Tidore.
Ekspedisi ini berpotensi mencatatkan sejarah sebagai penerbangan paralayang terdokumentasi pertama dari ketiga puncak tersebut. Para pilot menggunakan metode hike and fly, yakni mendaki gunung terlebih dahulu sebelum lepas landas dari puncak.
Pada Sabtu, 8 Agustus 2026, tim berhasil merealisasikan penerbangan perdana dari puncak Gunung Gamalama.
BACA JUGA:30 Mahasiswa Tangerang Resmi Jadi Penerima Beasiswa, Ini 4 Jurusan yang Bisa Dipilih di SGU
"Lepas dari bebatuan besar di lereng kawah utara rasanya lega, parasut membumbung menjauh dari kawah Gamalama dan disambut pemandangan indah Ternate," ungkap Gendon Subandono, Pilot Paralayang Ekspedisi Fly The Spice Islands.
Kegiatan ini didukung oleh Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Pariwisata, Harita Nickel, Seni dan Alam Institut Kesenian Jakarta (SENDAL-IKJ), BSM Rental, Mapala Emas Sonyinga Alam (ESA) Fakultas Teknik Universitas Khairun, serta Basarnas Ternate.
Secara paralel, Mapala UI melaksanakan program Universitas Indonesia Membangun Nusa (UIMN) 2026 di Desa Wailulu, Kecamatan Seram Utara Barat, Kabupaten Maluku Tengah. Program yang resmi dibuka pada Selasa, 11 Agustus 2026 ini didukung oleh Pemerintah Desa Wailulu dan Darmapala Ambon.
BACA JUGA:Jakarta Ecotourism Festival 2026: Puluhan Mahasiswa Terjun Langsung Belajar Wisata Berkelanjutan
Project Officer UIMN 2026, Nivand, menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal guna mendongkrak ekonomi warga. Selama ini, hasil panen kelapa warga yang mencapai 30 ton per musim hanya diolah menjadi kopra dengan harga jual rendah dan bergantung pada tengkulak.
Melalui UIMN 2026, mahasiswa mengenalkan inovasi pengolahan kelapa mentah menjadi tepung kelapa yang memiliki nilai jual dan peluang pasar lebih luas. Rangkaian program mencakup sosialisasi, pelatihan praktik pengolahan, demonstrasi produk, hingga penyerahan aset produksi kepada warga.
- 1
- 2
- »





