Proses ini dilakukan setelah pimpinan DPR RI menerima surat Presiden (Surpres) terkait daftar nama usulan calon petinggi BI.
IDXChannel - Uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon Gubernur Bank Indonesia (BI) akan dilakukan pekan depan.
Proses ini dilakukan setelah pimpinan DPR RI menerima surat Presiden (Surpres) terkait daftar nama usulan calon petinggi BI tersebut. Surpres ini telah dikirim oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi secara langsung.
"Jadi nama-nama tersebut nantinya akan kami proses sesuai dengan mekanisme yang ada di DPR, untuk kami pilih dan akan kami setujui nama-nama yang akan kami pilih untuk kemudian dilantik oleh Presiden," kata Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Mengingat masa persidangan berikutnya baru dibuka pada tanggal 14 Agustus 2026, Puan menyebut proses fit and proper test akan digelar pada pekan depan.
"Iya, minggu depan akan segera dimulai proses mekanisme yang ada di DPR," katanya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah mengajukan Destry Damayanti sebagai calon Gubernur Bank Indonesia (BI).
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan alasan Presiden mengajukan Destry untuk memimpin bank sentral.
Prasetyo mengatakan, keputusan tersebut salah satunya didasarkan pada rekam jejak dan kompetensi Destry di bidang keuangan. Bahkan, jauh sebelum dipercaya untuk menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior BI sejak 2019.
“Ya yang pasti kan rekam jejak beliau kan? Rekam jejak beliau yang ya, mulai dari ilmu, sarjana sampai mengabdikan diri sekian puluh tahun kan di bidang keuangan,” kata Prasetyo.
Menurut Prasetyo, pengalaman Destry selama puluhan tahun di sektor keuangan menjadi salah satu pertimbangan mendasar Presiden dalam mengajukan namanya sebagai calon Gubernur BI.
“Dan beliau juga dua kali, dua periode menjadi Deputi Gubernur Senior gitu. Itu salah satu alasan yang paling mendasar kan, tentunya kan kompetensi kan,” katanya.
(Nur Ichsan Yuniarto)





