Rebo Wekasan di Telaga Sumber Kembangan Gresik, Tradisi Lama yang Terus Dijaga

beritajatim.com
6 jam lalu
Cover Berita

Gresik (beritajatim.com)- Suasana berbeda terasa di kawasan Telaga Sumber, Dusun Sumber, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Rabu (12/8/2026). Ratusan warga berkumpul dalam tradisi Rebo Wekasan yang digelar sebagai ruang untuk bersyukur, berdoa, sekaligus merawat warisan budaya yang telah hidup di tengah masyarakat secara turun-temurun.

Di tengah suasana kebersamaan itu, doa-doa dipanjatkan untuk memohon kesehatan, keselamatan, kelancaran rezeki, serta keberkahan bagi warga. Tradisi tersebut tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi momentum warga untuk kembali berkumpul dan mempererat hubungan sosial.

Kepala Desa Kembangan Ngadimin mengatakan, Rebo Wekasan menjadi bagian penting dari tradisi masyarakat Desa Kembangan yang perlu terus dirawat. Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki makna lebih luas karena mampu mempertemukan warga dalam suasana doa, kebersamaan dan gotong royong.

“Ini bukan hanya tradisi, tetapi juga menjadi momentum warga untuk berkumpul, bersilaturahmi dan bersama-sama memanjatkan doa. Kami berharap tradisi seperti ini tetap terjaga dan bisa diteruskan generasi berikutnya,” katanya.

Ia menambahkan, keberadaan Telaga Sumber juga membuat kegiatan tersebut memiliki keterikatan kuat dengan sejarah dan kehidupan masyarakat Dusun Sumber.

Telaga tersebut selama ini dikenal sebagai salah satu sumber air yang dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kebutuhan, termasuk mendukung pengairan pertanian. Karena itu, keberadaannya tidak hanya memiliki nilai lingkungan, tetapi juga melekat dengan kearifan lokal warga.

Tradisi Rebo Wekasan kemudian berlangsung dengan rangkaian kegiatan keagamaan. Salah satunya Mahalul Qiyam dan doa bersama yang diikuti masyarakat.

Di tengah perkembangan zaman, Rebo Wekasan di Kembangan akhirnya tidak berhenti sebagai sebuah ritual tahunan. Di Telaga Sumber, tradisi tersebut menjadi titik temu antara doa, budaya, sejarah desa dan kehidupan sosial masyarakat.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi konsistensi masyarakat dalam menjaga tradisi lokal. Menurutnya, setiap daerah memiliki cara masing-masing dalam mempertahankan kearifan lokal. Namun, nilai yang hendak dijaga tetap sama, yakni memperkuat silaturahmi, kerukunan dan kebersamaan.

“Macam-macam cara merawat tradisi. Di Sumber tadi ada Mahalul Qiyam bersama panitia dan adik-adik. Di Suci juga macam-macam. Alhamdulillah, tujuannya satu, mudah-mudahan kita semua mendapatkan rida Allah SWT,” ujar Gus Yani, sapaan akrabnya.

Bagi masyarakat, doa dalam Rebo Wekasan juga menjadi kesempatan untuk bermunajat dan menitipkan berbagai harapan kepada Tuhan. Terlebih, warga mendoakan mereka yang sedang sakit agar diberikan kesembuhan, sekaligus memohon agar pintu rezeki masyarakat dibukakan dan diberikan keberkahan.

Pesan keagamaan juga disampaikan KH Ahmad Zakaria Al-Anshori. Dalam tausiahnya, ia mengajak masyarakat memperkuat ikhtiar dalam menjalani kehidupan serta memperbanyak doa dan selawat.

Salah satu rangkaian yang dilakukan adalah pembacaan Sholawat Tibbil Qulub yang menjadi bagian dari ikhtiar dan doa untuk kesehatan serta kebaikan bersama. Usai rangkaian doa, kegiatan dilanjutkan dengan santunan dan makan bersama. Warga pun larut dalam suasana guyub di sekitar Telaga Sumber. [dny/suf]


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Foto: Jelang 17 Agustus, 182 Talenta Muda GBN 2026 Siap Tampil di Istana
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Sidang Gugatan Legalisir Ijazah Jokowi Ditunda 2 Pekan, KPU Pelajari Berkas Perbaikan
• 10 jam lalukompas.com
thumb
Lonjakan Biaya Pakan dan Merosotnya Harga Jual Telur Cekik Peternak Unggas di Jateng
• 17 jam lalurepublika.co.id
thumb
Kemensetneg gelar rapat pleno, matangkan rangkaian peringatan HUT RI
• 23 jam laluantaranews.com
thumb
Siapa Lanto Daeng Pasewang? Tokoh di Balik Nama Jalan Makassar
• 16 jam lalucelebesmedia.id
Berhasil disimpan.