Ekspor Pelumas Pertamina Lubricants Tembus 11 Ribu KL per Tahun

wartaekonomi.co.id
4 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Pertamina Lubricants mencatat rata-rata volume ekspor pelumas sekitar 11 ribu kiloliter (KL) per tahun. Angka tersebut menyumbang sekitar 3% dari total volume penjualan perusahaan.

Manager Production Unit Jakarta PT Pertamina Lubricants, Dody Arief Aditya, mengatakan volume ekspor tersebut saat ini masih relatif kecil dibandingkan penjualan di pasar domestik.

"Key account itu sekitar 118.000 KL, lalu overseas terlihat bahwa memang overseas masih belum terlalu tinggi, sekitar 11 ribu KL per tahunnya atau sekitar 3%," ujar Dody saat ditemui di kantornya, Rabu (12/8/2026).

Produk Pertamina Lubricants saat ini telah dipasarkan ke 16 negara. Pasar ekspor tersebut mencakup sejumlah negara di Asia Pasifik, seperti Korea Selatan, Jepang, Australia, Filipina, dan Singapura, hingga Tanzania di Afrika.

Menurut Dody, Tanzania menjadi salah satu pasar terbaru yang berhasil ditembus perusahaan. Sementara pasar Korea Selatan telah dilayani Pertamina Lubricants sejak 2007.

"Sedikit gambaran mengenai tujuan negara ekspor kita, yang paling terakhir paling baru itu adalah Tanzania ada di Afrika, ada Filipina, mungkin sebenarnya yang paling lama itu 2007 ya Korea. Korea Selatan itu sejak 2007, kemudian Jepang, Australia, Singapura dan lain sebagainya," kata Dody.

Meski volume ekspor belum besar, karakteristik pasar luar negeri membuat perusahaan membutuhkan fasilitas produksi yang lebih fleksibel. Salah satunya karena setiap negara memiliki kebutuhan pelabelan dan spesifikasi produk yang berbeda.

Untuk itu, Pertamina Lubricants mengoperasikan Mini Lube Oil Blending Plant (LOBP) di Production Unit Jakarta (PUJ). Fasilitas tersebut disiapkan untuk menangani produksi pelumas ekspor dengan volume relatif kecil tetapi membutuhkan kustomisasi tinggi.

"Produk ekspor ini unik, secara bahasa kan beda, sehingga labelnya pasti beda-beda, yang untuk Jepang beda, untuk China beda, untuk kawasan lain juga beda, tetapi volumenya kecil, jadi memang pasar ekspor kita belum sebesar domestik, sehingga kalau kita produksi di plant utama kita, itu kurang ekonomis. Nah akhirnya kita buatin satu plant di LOBP yang memang fokus untuk produk ekspor," jelas Dody.

Baca Juga: Menelisik 'Darah' Mesin di Laboratorium Pelumas Surveyor Indonesia

Baca Juga: Pertamina Buka Akses Green Financing, Vendor Proyek Hijau Bisa Dapat Dukungan Himbara

Corporate Secretary Pertamina Lubricants Rika Gresia Wahyudi mengatakan perusahaan masih membuka peluang untuk memperluas pasar ekspor. Namun, penguatan pasar domestik tetap menjadi perhatian karena potensi pasarnya dinilai masih besar.

"Namanya kita berbisnis, ekspansi pasar itu sudah jelas kita lakukan, semua pasar kita jajaki. Tapi memang untuk saat ini kita juga tetap fokus memperkuat pasar domestik karena potensinya yang masih sangat besar untuk dieksplor," pungkas Rika.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Performa BUMN di Bawah Danantara Jadi Bukti Kinerja Positif Pemerintahan Prabowo
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Rebalancing MSCI Berlaku, Analis Ungkap 5 Hal yang Perlu Dicermati Investor
• 8 jam lalukatadata.co.id
thumb
Pesan Megawati untuk Pimpinan Organisasi Sayap Partai
• 20 jam laluliputan6.com
thumb
Purbaya Tegaskan Tak Ada Pajak Baru untuk Pemilik Kontrakan
• 4 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Trump Ubah Aturan Vaksin Anak AS, MMR Diminta Dipisah
• 21 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.