Solo, VIVA – Perkembangan dunia modifikasi mobil di Indonesia semakin menunjukkan arah yang lebih beragam. Ubahan yang dilakukan pemilik kendaraan kini tidak hanya mengejar tampilan, tetapi juga menyentuh performa, teknologi, kenyamanan, hingga sistem hiburan di dalam kabin.
Gambaran tersebut terlihat dalam putaran kedua BlackAuto Battle (BAB) 2026 di Solo. Digelar di halaman Keraton Mangkunegaran pada Sabtu, 8 Agustus 2026, ajang ini mempertemukan 140 mobil modifikasi dari berbagai aliran, termasuk JDM, EUDM, supercar, hingga kendaraan yang dibangun dengan konsep ekstrem.
Tingginya minat peserta bahkan membuat penyelenggara harus membatasi jumlah mobil yang bisa mengikuti kompetisi. Menurut perwakilan penyelenggara BlackAuto Battle, Boy Prabowo, daftar tunggu acara tersebut mencapai ratusan mobil.
“Peserta full, dengan daftar tunggu mencapai ratusan mobil. Dan saat lomba digelar, total ada 140 peserta yang ikutan,” ujarnya, dikutip VIVA Otomotif Rabu 12 Agustus 2026..
Salah satu contoh bagaimana pemilik mobil semakin berani bereksperimen terlihat dari Honda Odyssey bernama BlueSky. Mobil tersebut tidak lagi sekadar mendapatkan body kit, tetapi dibangun dengan 21 fitur motorized yang menggerakkan sejumlah bagian kendaraan, mulai dari pintu, kursi, kap mesin, hingga bagasi.
Bagian interiornya pun berubah total menjadi ruang hiburan berjalan. Odyssey tersebut dibekali dasbor fiberglass, 74 layar TV, PlayStation 4, hingga DJ controller, sementara sektor mesin menggunakan VR4 twin-turbo.
Namun, perkembangan modifikasi tidak selalu berarti semakin ekstrem. Toyota Supra MK4 RZ-S lansiran 1995 yang menjadi juara kategori modifikasi fungsional justru mempertahankan karakter aslinya dengan mesin 2JZ-GTE, lalu mendapatkan peningkatan pada injektor, sistem knalpot, dan kaki-kaki.
Hal serupa terlihat pada kompetisi performa dan audio. Nissan GT-R R35 mencatat tenaga 532 HP di kelas FFA AWD, sedangkan Suzuki Ertiga mencetak tekanan suara rata-rata 158,45 dB di kelas SPL Fun FFA.
Ragam tersebut menunjukkan bahwa kultur modifikasi mobil di Indonesia semakin sulit didefinisikan hanya dari seberapa mencolok tampilan kendaraan. Ada pemilik yang mengejar performa, ada yang mempertahankan karakter bawaan mobil, sementara lainnya menjadikan kendaraan sebagai proyek kreatif dengan teknologi dan perangkat hiburan yang tidak biasa.





