Malang: Kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus meluas. Pada Rabu, 12 Agustus 2026, wilayah terdampak dilaporkan merambah kawasan Pakis Bincil dan Bukit Cinta hingga mengarah ke Seruni Point, Dingklik.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengatakan titik api terbesar masih berada di kawasan Pakis Bincil Dingklik. Sementara itu, tim gabungan terus melakukan pemadaman dari darat dan udara untuk mencegah api kembali meluas.
"Berdasarkan perkembangan terkini, titik api di wilayah P30 telah dinyatakan nihil. Sementara itu, titik api di kawasan Penanjakan hanya tersisa dalam skala kecil, sedangkan titik api terbesar saat ini masih terpantau berada di wilayah Pakis Bincil Dingklik," kata Sadono, Kamis, 13 Agustus 2026.
Baca Juga :
Kebakaran Bromo, BNPB: Satgas Siaga Penuh, Intensifkan Operasi Darat dan Udara"Prakiraan luas lahan yang terbakar saat ini total sekitar 921,42 hektare dengan jenis vegetasi cemara gunung, mentigen, akasia, dan semak belukar. Untuk data berkembang dalam proses pendataan ulang," jelas Sadono.
Untuk menekan penyebaran api, tiga helikopter dikerahkan dalam operasi water bombing pada Rabu. Ketiganya menyasar satu titik utama di Pusung Duwur, wilayah Dingklik, dengan operasi dilakukan bergantian mengikuti prosedur keselamatan penerbangan.
Operasi udara tersebut menghasilkan 29 rit penyiraman dalam rangkaian water bombing. Total air yang dijatuhkan ke titik kebakaran pada hari itu mencapai 74 ribu liter.
Penanganan kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS)/BPBD Kab. Malang.
Dengan tambahan operasi pada Rabu, total air yang telah digunakan dalam operasi water bombing sejak penanganan dilakukan mencapai 279.800 liter. Meski demikian, titik panas di Pusung Duwur Dingklik masih terpantau mengeluarkan asap.
Pemadaman darat juga terus dilakukan untuk mengimbangi operasi udara. Tim gabungan menggunakan gepyok, mobil tangki, dan pembasahan pada area yang masih dapat dijangkau petugas.
"Tim gabungan melakukan penanganan darat di Pusung Duwur wilayah Dingklik dengan menggunakan gepyok dan unit mobil tangki serta pembasahan di area yang dapat dijangkau," imbuh Sadono.
Kawasan wisata Gunung Bromo sendiri masih ditutup untuk kunjungan wisata melalui seluruh pintu masuk. Penutupan tersebut berlaku sejak Sabtu, 8 Agustus 2026, pukul 22.00 WIB hingga batas waktu yang akan diumumkan lebih lanjut oleh Balai Besar TNBTS.




