Aksi pengeroyokan terhadap wasit terjadi dalam pertandingan sepak bola Pekan Olahraga Desa (Pordes) di Desa Urug, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor.
Namun, polisi memastikan kabar yang menyebut wasit meninggal dunia akibat pengeroyokan tersebut adalah hoaks.
Kapolsek Cigudeg AKP Budi Sehabuddin mengatakan, insiden bermula saat pertandingan berlangsung dan salah satu tim mendapat hadiah penalti. Tendangan pertama gagal, sementara penalti kedua hanya membentur tiang gawang.
Kegagalan tersebut kemudian memicu emosi pemain hingga berujung pada tindakan kekerasan terhadap wasit.
“Awalnya mah dari tendangan penalti enggak masuk bolanya kena tiang, dia pengennya masuk, langsung terjadi insiden yang ada di video ngegebukin wasit,” ujar Budi saat dihubungi, Rabu (12/8).
Situasi kemudian memanas setelah suporter lain ikut terpancing dan mengeroyok wasit. Meski mengalami luka, kondisi korban dipastikan tidak parah.
“Enggak, cuma ya luka lecetlah wajar, luka lecet wasitnya” jelasnya.
Budi menegaskan, pertandingan tersebut merupakan Pordes yang digelar antar desa dalam rangka kegiatan warga menyambut HUT ke-81 RI. Kegiatan itu, kata dia, juga tidak mengantongi izin.
Meski sempat terjadi kekerasan, persoalan tersebut kini telah diselesaikan melalui mediasi. Pihak wasit dan suporter sepakat berdamai sehingga perkara tersebut dinyatakan selesai.
“Damai aja, sudah selesai mau dari suporter atau dari wasit, karena kan yang mulai dari suporter ya jadi sudah damai,” tegasnya.





