Menjelang usia satu abad pada 2028, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Pirngadi Kota Medan tancap gas melakukan pembenahan menyeluruh. Dalam peringatan HUT ke-98 yang digelar melalui apel bersama, manajemen dan seluruh pegawai memperkuat komitmen untuk meningkatkan fasilitas alat medis, infrastruktur bangunan, serta mutu pelayanan.
Pembenahan yang ditargetkan berlangsung selama dua tahun ke depan tersebut sekaligus menjadi persiapan menghadapi akreditasi rumah sakit. Direktur RSUD Dr. Pirngadi, dr. Mardohar Tambunan, menegaskan akreditasi akan menjadi salah satu tolok ukur dalam memastikan standar dan mutu pelayanan rumah sakit.
"Menuju usia 100 tahun RSUD Dr. Pirngadi pada 2028 nanti, kita punya waktu dua tahun untuk berbenah. Mana yang kurang, langsung kita perbaiki. Kualitas SDM juga disesuaikan agar pelayanan semakin baik. Apalagi kita juga akan menghadapi akreditasi, dan ini merupakan tolok ukur utama kita," ujar dr. Mardohar saat memimpin apel komitmen bersama, Rabu (12/8/2026).
Ia mengakui masih terdapat sejumlah kendala operasional yang perlu segera dibenahi, terutama terkait sistem pelayanan yang dinilai masih lambat serta keterbatasan sejumlah alat medis.
"Kendala utama yang saat ini kami benahi adalah sistem pelayanan. Kami akui ada alat yang masih kurang dan pelayanan dirasa masih lambat. Belajar dari manajemen risiko tersebut, kami terus memotivasi staf," jelasnya.
Menurutnya, peningkatan kualitas pelayanan juga dilakukan melalui berbagai program untuk mendorong kinerja dan motivasi pegawai. Di antaranya lomba dokter teladan, pegawai teladan, pendonor darah terbaik, hingga petugas kebersihan terbaik.
Saat ini, RSUD milik Pemko Medan tersebut diperkuat lebih dari 154 dokter yang terdiri atas dokter umum, dokter spesialis, hingga dokter mitra. Dengan dukungan sumber daya tersebut, dr. Mardohar meminta seluruh jajaran menjadikan kenyamanan dan kepuasan pasien sebagai prioritas utama.
"Kita harus terus mendekatkan diri ke pasien agar tahu apa yang sebenarnya mereka inginkan. Evaluasi total kita mulai dari respons operasional, kecepatan proses pendaftaran pasien, ketepatan pencatatan, follow-up pasien, hingga optimalisasi penggunaan alat medis," pungkasnya





