Upacara peresmian dan pemberian nama fregat Angkatan Laut Polandia, ORP Wicher, yang menandai dimulainya secara resmi operasi peluncuran kapal tersebut, di galangan kapal PGZ Stocznia Wojenna di Gdynia, Polandia, Rabu (12/8/2026). (REUTERS/Bartosz Fatek)
2/6Perdana Menteri Polandia Donald Tusk menyatakan negaranya tengah membangun kembali posisi sebagai kekuatan maritim. Pernyataan itu disampaikan menjelang peluncuran kapal perang pertama dari tiga fregat yang sedang dibangun untuk Angkatan Laut Polandia di Galangan Kapal Angkatan Laut PGZ di Gdynia, Rabu. "Polandia sekali lagi telah memalingkan wajah dan hatinya ke arah laut," ujar Tusk menjelang upacara peluncuran kapal tersebut. (REUTERS/Mateusz Kaczmarek)
Kapal pertama, ORP Wicher, dikembangkan berdasarkan desain Arrowhead 140 buatan Inggris dan ditargetkan mulai bertugas di Angkatan Laut Polandia pada 2029. Fregat ini memiliki panjang sekitar 138 meter, lebar 20 meter, bobot benaman sekitar 7.000 ton, serta kecepatan maksimum 28 knot. (REUTERS/Bartosz Fatek)
4/6Menurut Kementerian Pertahanan Polandia, ORP Wicher memiliki jangkauan operasional sekitar 8.000 mil laut. Kapal tersebut dirancang untuk membawa 120 awak inti dan dapat menampung sekitar 60 personel tambahan. (REUTERS/Mateusz Kaczmarek)
Dari sisi persenjataan, fregat ini akan dilengkapi sistem peluncuran vertikal Mk 41 untuk rudal pertahanan udara keluarga CAMM, rudal RBS-15 untuk menyerang sasaran permukaan dan darat, meriam OTO Melara Super Rapid 76 mm, dua meriam OSU-35K 35 mm, serta peluncur torpedo. Kapal juga akan dibekali radar multifungsi, sonar lambung dan sonar tarik, serta sistem peperangan elektronik. (REUTERS/Bartosz Fatek)
6/6Setelah ORP Wicher, Polandia akan melanjutkan pembangunan ORP Burza dan ORP Huragan. Ketiga kapal tersebut merupakan bagian dari program fregat Miecznik yang dijadwalkan rampung pada 2032. (REUTERS/Mateusz Kaczmarek)




