Presiden Prabowo Subianto akan meresmikan 895 Jembatan Merah Putih Presisi yang telah dibangun dan direvitalisasi Polri di sejumlah wilayah Indonesia. Prabowo akan meresmikan ratusan jembatan itu hari ini, Kamis (13/8).
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, acara peresmian dipusatkan di Jalan Bayah-Cikotok, Kampung Bayah Satu, Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten.
Di sana, telah dibangun jembatan yang menghubungkan Desa Bayah Barat dengan Desa Darmasari dan memberikan manfaat langsung bagi sekitar 8.000 jiwa.
"Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga akan menyapa masyarakat yang mengikuti peresmian secara virtual dari berbagai daerah," kata Prasetyo kepada wartawan.
Prasetyo menjelaskan, Program Jembatan Merah Putih Presisi merupakan salah satu bentuk pelaksanaan tugas Polri dalam membantu memenuhi kebutuhan infrastruktur dasar masyarakat, terutama di wilayah perdesaan yang masih menghadapi keterbatasan akses.
"Hingga saat ini, Polri telah membangun dan merevitalisasi 895 jembatan secara swadaya di 30 Polda, dengan total panjang 19,2 kilometer, menghubungkan 1.314 desa dan memberikan manfaat bagi sekitar 2 juta masyarakat," ungkapnya.
Menurut Prasetyo, keberadaan jembatan tersebut tidak hanya membuka akses antarkampung dan antardesa, tetapi juga meningkatkan keselamatan serta memudahkan masyarakat mengakses sekolah, fasilitas kesehatan, tempat ibadah hingga pusat kegiatan ekonomi.
"Jembatan-jembatan tersebut membantu membuka akses antarkampung dan antardesa, meningkatkan keselamatan, serta memudahkan masyarakat menuju sekolah, fasilitas kesehatan, tempat ibadah, dan pusat kegiatan ekonomi," ujarnya.
Ia menuturkan, pemerintah mengapresiasi pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi sebagai bentuk gotong royong pembangunan yang diinisiasi Polri.
Prasetyo mengatakan kehadiran jembatan yang aman dan layak diharapkan dapat memperkuat konektivitas sekaligus membuka akses masyarakat terhadap pendidikan, pelayanan dasar, dan kegiatan ekonomi.
"Program ini menunjukkan bahwa pembangunan dapat dilakukan secara kolaboratif untuk menjawab kebutuhan konkret masyarakat, terutama di wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses," tandas dia.





