Udara Jakarta Terburuk Keenam di Dunia pada Kamis Pagi

metrotvnews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Kualitas udara DKI Jakarta, pada Kamis pagi, menempati peringkat keenam terburuk di dunia. Hal itu berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 06.00 WIB.

Dikutip dari Antara, indeks kualitas udara (AQI) Ibu Kota berada di angka 156 yang menjadikannya masuk kategori tidak sehat. Masyarakat pun dianjurkan untuk menggunakan masker jika beraktivitas di luar ruangan.

Adapun kota dengan kualitas udara terburuk di dunia adalah Uganda dengan indeks kualitas udara di angka 209, lalu urutan kedua adalah Kuching, Malaysia di angka 176, dan di urutan ketiga adalah Lahore, Pakistan di angka 173.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan tiga strategi utama yang tengah dijalankan untuk memperbaiki kualitas udara. Pertama, perluasan jangkauan layanan bus Transjabodetabek untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, seperti Blok M-Alam Sutera, Blok M-PIK 2, hingga rencana pembukaan rute baru Blok M-Bandara Soekarno Hatta.

Baca Juga :

Pramono Anung Siapkan Hujan Buatan Demi Tekan Polusi Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan transportasi publik. Bahkan, Pemprov DKI telah menerbitkan aturan terkait pemberlakuan layanan transportasi umum gratis bagi 15 golongan masyarakat.

Saat ini, konektivitas transportasi Jakarta telah mencapai 92 persen. Hal itu menempatkan Jakarta di posisi ke-17 dunia dan peringkat kedua di ASEAN setelah Singapura.

Lebih lanjut, sektor transportasi saat ini menyumbang 50 persen emisi gas buang di Jakarta. Karena itu, Pramono pun telah menargetkan pengoperasian 10.000 bus listrik Transjakarta pada 2030.

"Kalau itu bisa dilakukan, secara signifikan akan mengurangi kontribusi terhadap emisi itu," kata Pramono.

Ilustrasi polusi udara. Foto: Antara.

Selain transportasi, sektor pengelolaan sampah juga menjadi perhatian Pemprov DKI dengan mempercepat pembangunan fasilitas pengolahan sampah Intermediate Treatment Facility (ITF) di Sunter, Rorotan, Bantargebang, dan Jakarta Barat. Proyek ini ditargetkan mulai berjalan pada pertengahan tahun ini.

"Kalau itu bisa dilakukan, maka kontribusi yang signifikan akan mengurangi atau menurunkan kontribusi emisi yang ada di Jakarta," ujar Pramono.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemkab Kupang-Kodaeral VII gelar lomba dayung guna pemanfaatan pesisir
• 7 jam laluantaranews.com
thumb
Rebalancing MSCI Berlaku, Analis Ungkap 5 Hal yang Perlu Dicermati Investor
• 15 jam lalukatadata.co.id
thumb
Korban Tewas Akibat Gempa Capai 265 Orang, Kolombia Umumkan 3 Hari Berkabung Nasional
• 43 menit laluokezone.com
thumb
Kebakaran Terus Meluas, Pengunjung Dilarang Masuk Objek Wisata Gunung Bromo | SAPA SIANG
• 16 jam lalukompas.tv
thumb
Prabowo Akan Beri Anugerah Tanda Jasa ke Sejumlah Tokoh
• 18 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.