Grid.ID - Sekitar ratusan bangunan liar dan kios PKL Kiaracondong telah ditertibkan. Dedi Mulyadi pastikan akan memberikan bantuan untuk pedagang kaki lima yang terdampak.
Pembongkaran ratusan kios dan bangunan liar di Kiaracondong dilakukan mulai dari perempatan Cicadas hingga kawasan Puskesmas Jalan Ibrahim Adjie. Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Herman Suryatman mengatakan bahwa langkah tersebut merupakan instruksi langsung dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
"Rumija, ruang milik jalan harus dikembalikan ke fungsinya. Jalan untuk transportasi, kemudian trotoar untuk pejalan kaki," ujar Herman, dikutip dari Tribun Jabar.
Menurut Herman, penertiban dilakukan dengan pendekatan humanis. Sebab aktivitas perdagangan di bahu jalan dan trotoar selama ini sudah menjadi sumber penghidupan bagi sebagian warga.
“Tentu ada dampak, salah satunya bagaimana nasib saudara-saudara kita yang berjualan, yang selama ini berjualannya di bahu jalan, berjualannya di trotoar. Hari ini kita tertibkan,” jelasnya.
Solusi untuk PKL
Herman mengatakan, Pemerintah Kota Bandung dengan dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menyiapkan solusi bagi para pedagang terdampak. Salah satunya melalui penyediaan tempat berjualan di kawasan Pasar Bandung Trade Mall (BTM).
Lokasi tersebut tersedia sekitar 800 kios yang dapat dimanfaatkan. Sementara berdasarkan pendataan, jumlah pedagang yang ditertibkan di Kiaracondong ada sekitar 150 orang.
“Di Pasar BTM ada 800 ruang untuk 800 para pedagang. Yang kita tertibkan 100-an lebih. Jadi, bukan tanpa solusi, kami siapkan solusinya,” katanya.
Dedi Mulyadi Akan Beri Kompensasi Bantuan
Terkait dengan penertiban PKL di Kiaracondong, Dedi Mulyadi menjamin yang terdampak akan mendapatkan bantuan. Ia menyampaikan jika saat ini masih dilakukan pendataan.
"Urusan kompensasi kita beresin teh. Selama ini juga kita selalu membereskan, memberikan uang untuk berusaha. Pada jenis pekerjaan atau pada jenis usaha yang baru. Santai aja nanti di data ya," ujar Dedi, dikutip dari Kompas.com.
Ia menyampaikan hal tersebut usai seorang pedagang perempuan mengeluhkan lapaknya ditertibkan. Pria yang akrab disapa KDM itu juga mengingatkan betapa pentingnya ruang publik termasuk jalan dan trotoar yang tidak boleh digunakan untuk berdagang.
"Bukan kepemilikannya. Peruntukannya. Kalau badan jalan trotoar. Memang peruntukannya untuk jalan. Dan untuk pejalan kaki di trotoar. Menimbulkan kekumuhan," kata Dedi.
"Kemudian kota Bandung sebagai ibu kota provinsi. Kelihatan kumuh berpuluh-puluh tahun loh. Ini berlangsung. Nah sekarang kita teh mau pengen Bandung teh bersih, tertata rapi indah. Jalannya lebar, halus, trotoarnya bersih, lampu-lampu PJU-nya terang. Masyarakatnya tertib dan tertata, bebas dari kejahatan," jelasnya.
Setelah sekitar ratusan kios PKL Kiaracondong, Kota Bandung ditertibkan, Dedi Mulyadi pastikan akan memberikan bantuan untuk pedagang kaki lima yang terdampak. Selain itu, pemerintah juga akan memberikan alternatif ruang untuk berjualan agar lebih tertata. (*)
Artikel Asli




