Jakarta (ANTARA) - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) dan Grup Bursa Saham London (London Stock Exchange Group/LSEG) resmi menjalin kemitraan strategis di bidang data dan analitis untuk mendukung prioritas BNI terkait layanan nasabah, tata kelola data, dan transformasi digital.
"Kemitraan dengan LSEG ini memperkuat kapabilitas data dan analitis kami, sehingga tim kami dapat mengakses intelijen pasar berkualitas tinggi dan menghasilkan wawasan yang lebih mendalam," kata Direktur Treasury & International Banking BNI Abu Santosa Sudradjat dalam keterangan resmi LSEG yang diterima di Jakarta, Kamis.
Melalui kesepakatan ini, BNI akan menggunakan solusi data, analitis, dan alur kerja (workflow) terpercaya dari LSEG di berbagai lini bisnis utamanya.
Kemitraan ini, lanjut Abu, akan membantu BNI memperkuat akses terhadap konten berkualitas tinggi yang telah memiliki izin penggunaan resmi, meningkatkan konsistensi alur kerja, serta mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat dan berlandaskan informasi yang akurat bagi nasabah maupun tim internal.
"Dengan mengintegrasikan kapabilitas ini ke dalam alur kerja sehari-hari, kami dapat mengambil keputusan yang lebih cepat dan tepat, serta terus memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi nasabah kami," ujar dia.
Sementara itu, LSEG akan menyediakan data dan analitis AI-ready untuk berbagai kelas aset, yang mencakup data pasar, data harga dan referensi, informasi perusahaan, indikator ekonomi, berita, intelijen risiko, serta data regulasi.
Kemitraan ini juga mencakup akses ke solusi alur kerja LSEG, termasuk LSEG Workspace, serta penyediaan data tingkat perusahaan (enterprise data) melalui API dan integrasi platform.
"Kami senang dapat mendukung BNI dalam upaya berkelanjutannya memperkuat kapabilitas data, analitik, dan alur kerja layanan nasabah," kata Group Head of Sales APAC LSEG David Day.
Day menambahkan kemitraan ini juga menghadirkan konten LSEG ke dalam alur kerja BNI, kemitraan ini dirancang untuk mendukung berbagai kebutuhan operasional.
Seperti mulai dari treasury, pasar keuangan, perbankan korporasi, pengelolaan kekayaan (wealth management), layanan penasihat (advisory), manajemen risiko, hingga kepatuhan (compliance).
Selain itu, kemitraan ini juga akan membantu BNI menstandardisasi akses data, memperkuat tata kelola, serta meningkatkan konsistensi dalam menghasilkan wawasan di seluruh lini bank.
Baca juga: AUM BNI Private tercatat tumbuh 21 persen hingga kuartal II 2026
Baca juga: BNI catat kredit tumbuh 24,4 persen, laba capai Rp10,8 triliun
Baca juga: Refinitiv dan LKBN Antara tekankan pentingnya regulasi privasi data
"Kemitraan dengan LSEG ini memperkuat kapabilitas data dan analitis kami, sehingga tim kami dapat mengakses intelijen pasar berkualitas tinggi dan menghasilkan wawasan yang lebih mendalam," kata Direktur Treasury & International Banking BNI Abu Santosa Sudradjat dalam keterangan resmi LSEG yang diterima di Jakarta, Kamis.
Melalui kesepakatan ini, BNI akan menggunakan solusi data, analitis, dan alur kerja (workflow) terpercaya dari LSEG di berbagai lini bisnis utamanya.
Kemitraan ini, lanjut Abu, akan membantu BNI memperkuat akses terhadap konten berkualitas tinggi yang telah memiliki izin penggunaan resmi, meningkatkan konsistensi alur kerja, serta mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat dan berlandaskan informasi yang akurat bagi nasabah maupun tim internal.
"Dengan mengintegrasikan kapabilitas ini ke dalam alur kerja sehari-hari, kami dapat mengambil keputusan yang lebih cepat dan tepat, serta terus memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi nasabah kami," ujar dia.
Sementara itu, LSEG akan menyediakan data dan analitis AI-ready untuk berbagai kelas aset, yang mencakup data pasar, data harga dan referensi, informasi perusahaan, indikator ekonomi, berita, intelijen risiko, serta data regulasi.
Kemitraan ini juga mencakup akses ke solusi alur kerja LSEG, termasuk LSEG Workspace, serta penyediaan data tingkat perusahaan (enterprise data) melalui API dan integrasi platform.
"Kami senang dapat mendukung BNI dalam upaya berkelanjutannya memperkuat kapabilitas data, analitik, dan alur kerja layanan nasabah," kata Group Head of Sales APAC LSEG David Day.
Day menambahkan kemitraan ini juga menghadirkan konten LSEG ke dalam alur kerja BNI, kemitraan ini dirancang untuk mendukung berbagai kebutuhan operasional.
Seperti mulai dari treasury, pasar keuangan, perbankan korporasi, pengelolaan kekayaan (wealth management), layanan penasihat (advisory), manajemen risiko, hingga kepatuhan (compliance).
Selain itu, kemitraan ini juga akan membantu BNI menstandardisasi akses data, memperkuat tata kelola, serta meningkatkan konsistensi dalam menghasilkan wawasan di seluruh lini bank.
Baca juga: AUM BNI Private tercatat tumbuh 21 persen hingga kuartal II 2026
Baca juga: BNI catat kredit tumbuh 24,4 persen, laba capai Rp10,8 triliun
Baca juga: Refinitiv dan LKBN Antara tekankan pentingnya regulasi privasi data





