Kemensos Kirim Bantuan Air Bersih ke Ribuan Warga Pangandaran Korban Kekeringan

kumparan.com
16 jam lalu
Cover Berita

Kementerian Sosial menyalurkan bantuan air bersih bagi ribuan warga terdampak kekeringan di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Kekeringan yang terjadi sejak Mei 2026 terus meluas seiring belum turunnya hujan di sejumlah wilayah.

Data terkini per Rabu (12/8/2026) mencatat sebanyak 7.973 jiwa atau 2.681 kepala keluarga terdampak krisis air bersih. Mereka tersebar di 22 desa pada sembilan kecamatan di Kabupaten Pangandaran.

Untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan air bersih, Kemensos telah mengerahkan 1 unit truk tangki air serta menyalurkan 6 unit tandon dan 6 paket penjernih air. Bantuan tersebut digunakan untuk mendukung distribusi sekaligus menyediakan titik penampungan air bagi masyarakat.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan bantuan diarahkan untuk menjangkau wilayah yang saat ini mengalami krisis air bersih.

“Kemensos sudah menyalurkan berbagai bantuan pemenuhan air bersih. Sekarang distribusi terus dilakukan ke wilayah terdampak agar kebutuhan air bersih warga terdampak tetap terpenuhi selama kekeringan berlangsung,” kata Gus Ipul.

Distribusi air bersih sekaligus penempatan tandon air serta instalasi penjernih air dilakukan di Desa Limusgede, Kecamatan Cimerak. Selain memasok air bersih menggunakan truk tangki, petugas juga menempatkan tandon dan memasang instalasi penjernih air agar bantuan yang diterima warga dapat ditampung dan digunakan dengan aman.

Saat ini kekeringan telah mengakibatkan krisis air di Kecamatan Cimerak, Cijulang, Parigi, Cigugur, Sidamulih, Pangandaran, Kalipucang, Padaherang, dan Mangunjaya. Dampak cukup besar antara lain terjadi di Cimerak dengan 2.561 jiwa, Kalipucang 2.231 jiwa, serta Parigi 1.708 jiwa terdampak.

Gus Ipul mengatakan Kemensos bersama pemerintah daerah terus memantau perkembangan di lapangan dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi.

“Distribusi air akan terus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan warga. Kami juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan petugas di lapangan untuk melihat titik-titik yang perlu segera ditangani,” ujarnya.

Selain mendistribusikan bantuan, Kemensos melalui Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana (PSKB) bersama Dinas Sosial PMD Kabupaten Pangandaran dan Tagana terus melakukan verifikasi dan validasi warga terdampak serta kebutuhan mendesak di masing-masing wilayah.

Pemerintah Kabupaten Pangandaran telah menetapkan status tanggap darurat kekeringan selama 90 hari, terhitung sejak 3 Juli hingga 30 September 2026.

Hingga Rabu (12/8), distribusi air bersih masih berlangsung menggunakan armada truk tangki Kemensos, termasuk di Kecamatan Cimerak. Penanganan dilakukan bersama Dinas Sosial PMD Kabupaten Pangandaran, Tagana, BPBD, pemerintah kecamatan dan desa, serta masyarakat dan relawan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Glow & Lovely Glass Bright Ultralight, Solusi untuk Kulit Kulit Glowing
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Wacana Pilkada Tanpa Wakil, Politikus PKS Usul Paket Politisi-Profesional
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Zulhas Soroti Kopdes Dibangun di Atas Gunung, Bakal Ditertibkan
• 22 jam laluidxchannel.com
thumb
BNN Sita Uang Rp 1 Miliar dan Aset Rp 39 Miliar dari Bos Narkoba Kampung Bahari
• 11 jam laluliputan6.com
thumb
Dedi Mulyadi Usul Keluarga Bergaji Rp10 Juta/bulan Dapat KIP
• 22 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.