Ibunda Keisya Levronka, Levi Leonita Davies, mengaku kesal dengan sikap pihak Universitas Tarumanagara (Untar). Sebelumnya, Ibunda Keisya melayangkan gugatan terkait dengan kejadian kecelakaan yang sebelumnya dialami sang putra, Lexi Valleno Havlenda, saat berada di wilayah kampus.
Levi mengatakan keluarganya memilih untuk melanjutkan perkara tersebut ke persidangan setelah berdiskusi dengan tim kuasa hukum. Ia mengaku siap menjalani proses hukum tersebut meski harus menunggu lebih lama.
“Kalau dari pihak kita keluarga, itu ya balik lagi, setelah hasil diskusi sama tim kuasa hukum, itu kita lanjut ke persidangan,” ujar Levi saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Rabu (12/8).
Levi mengaku tak masalah jika proses hukum berjalan dengan waktu yang cukup panjang.
“Doain ajalah, nunggu-nunggu enggak apa-apa. Udah dua tahun nunggu, sekalian aja, mau nunggu berapa tahun juga kita jabanin,” ucapnya.
Sebagai orang tua, Levi sudah melewati fase kecewa terhadap sikap pihak universitas. Kini, perasaan yang tersisa justru adalah rasa kesal kepada pihak Universitas yang enggan bertanggung jawab.
“Kecewa, enggak. Kesal, iya. Kecewanya sudah lewat. Kecewa udah lewat, sabar udah lewat, tinggal keselnya aja ini udah,” kata Levi.
Dengan keputusan melanjutkan perkara ke persidangan, keluarga Keisya kini memilih menunggu proses hukum berjalan dan berharap persoalan tersebut dapat menemukan titik terang melalui jalur pengadilan.
Sebelumnya, adik Keisya Levronka, Lexi Valleno Havlenda, mengalami kecelakaan tragis ketika jatuh dari lantai 6 gedung kampusnya. Insiden tersebut terjadi saat ia mengikuti kegiatan latihan caving (susur gua) yang diadakan oleh organisasi pecinta alam di kampusnya, Universitas Tarumanagara.
Kejadian itu terjadi pada bulan April 2023. Pihak keluarga Keisya sebelumnya turut menyoroti penanganan pertama yang dinilai fatal dan tidak sesuai prosedur medis darurat.
Keluarga menilai Lexi tidak segera dievakuasi menggunakan ambulans, melainkan kendaraan umum. Akibat insiden tersebut, Lexi mengalami cedera fisik parah hingga harus menjalani perawatan intensif.





