jpnn.com - JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menanggapi isu perombakan atau reshuffle kabinet yang belakangan santer terdengar.
Bahlil menegaskan dalam rapat koordinasi terbaru bersama jajaran Kementerian Keuangan tidak ada pembicaraan mengenai hal tersebut.
BACA JUGA: Isu Reshuffle Muncul Lagi, Ini Kata Mensesneg Prasetyo Hadi
"Saya rapat sama Pak Menteri Keuangan, enggak ada pembahasan itu," ujar Bahlil di kantor Kemenkeu, Rabu (13/8).
Bahlil menyatakan dirinya bersama jajaran kementerian tidak mengetahui detail mengenai rencana pergantian posisi di kabinet tersebut.
BACA JUGA: Elektabilitas Prabowo Merosot, Pengamat Ungkit Reshuffle Menteri
Dia mengingatkan secara konstitusional posisi menteri pembantu presiden yang bekerja di bawah arahan pimpinan.
Para pejabat negara diminta untuk tetap bekerja sesuai dengan mandat undang-undang serta perintah yang diberikan oleh kepala negara.
BACA JUGA: FMSS-Jakarta Bakal Berdemo di Depan Kantor Golkar, Minta Ini ke Bahlil
Terkait keputusan akhir mengenai isu bongkar pasang susunan menteri, Bahlil menegaskan hal itu sepenuhnya merupakan otoritas pemimpin tertinggi.
"Persoalan hasil terhadap reshuffle itu hak prerogatif Bapak Presiden," tuturnya.
Bahlil juga berpesan kepada jajaran menteri lainnya agar tidak melakukan langkah-langkah yang melampaui batas kewenangan jabatan mereka.
Saat ini Bahlil memilih untuk lebih fokus menjalankan tugas dalam memastikan stabilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Prioritas utamanya, yakni menjaga kontribusi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tetap besar serta mengendalikan subsidi agar tidak melebar.
Pemerintah juga terus meningkatkan kewaspadaan terhadap fluktuasi harga minyak dunia demi memastikan keamanan keuangan negara hingga akhir tahun.
"Kami mesti waspada terus dan menjaga dan memastikan APBN aman sampai akhir tahun," imbuh Bahlil. (rom/jpnn)
Redaktur : Mufthia Ridwan
Reporter : Romaida Uswatun Hasanah




