Pasar Mobil RI Belum Tembus 1 Juta Unit, Ini Masalah Besarnya

viva.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Pasar mobil Indonesia masih belum mampu kembali menembus angka 1 juta unit dalam setahun. Kondisi tersebut dinilai tidak hanya berkaitan dengan kinerja industri otomotif, tetapi juga daya beli masyarakat dan perubahan struktur kelas ekonomi di Indonesia. 

Peneliti Senior LPEM FEB UI Riyanto memaparkan bahwa ada beberapa faktor yang membuat pasar mobil sulit kembali ke level tersebut. Dua persoalan utama yang disorot adalah penurunan daya beli dan fenomena middle class squeezeatau tekanan yang membuat pertumbuhan kelompok kelas menengah tidak sekuat sebelumnya. 

Baca Juga :
Plt Kepala KUA Pulau Beringin Dibunuh, Dipicu Parkir Mobil Sembarangan dan Lindas Biji Kopi Warga
Modifikasi Mobil di Indonesia Makin Berani

Menurut data yang dilihat VIVA Otomotif Kamis 13 Agustus 2026, pertumbuhan ekonomi Indonesia rata-rata berada di sekitar 5 persen per tahun dalam satu dekade terakhir. Namun, pertumbuhan tersebut belum otomatis mendorong peningkatan kemampuan masyarakat untuk membeli kendaraan baru dalam jumlah yang cukup besar.

Data GAIKINDO menunjukkan penjualan mobil domestik sempat mencapai 1.030.126 unit pada 2019. Setelah itu, pasar mengalami perubahan besar, termasuk penurunan tajam pada 2020 dan belum kembali secara konsisten ke level 1 juta unit. 

Pada 2023, penjualan domestik memang sempat mencapai 1.005.802 unit. Namun, angka tersebut kembali turun menjadi 865.723 unit pada 2024 dan 803.687 unit pada 2025. 

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan kendaraan listrik juga belum mampu memperbesar ukuran pasar secara keseluruhan. Riyanto menyebut BEV saat ini lebih banyak menggeser pasar kendaraan bermesin pembakaran internal atau ICEV, bukan menciptakan tambahan permintaan baru secara signifikan. 

Perubahan struktur pasar terlihat dari pertumbuhan kendaraan elektrifikasi yang cukup pesat. Pada Januari-Juni 2026, total xEV sudah mencapai 26,82 persen dari pasar, terdiri dari HEV 9,70 persen, PHEV 1,15 persen dan BEV 15,97 persen. 

Sementara itu, penjualan mobil secara keseluruhan pada semester pertama 2026 tercatat 436.564 unit berdasarkan data GAIKINDO. Angka tersebut memang tumbuh 15,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, tetapi belum cukup untuk menunjukkan bahwa pasar sudah kembali ke pola penjualan di atas 1 juta unit per tahun. 

Persoalan daya beli menjadi semakin penting karena mobil merupakan produk dengan nilai transaksi relatif besar. Karena itu, penguatan pasar otomotif membutuhkan pertumbuhan kelompok kelas menengah yang lebih besar sehingga lebih banyak masyarakat memiliki kemampuan untuk membeli kendaraan baru.

Baca Juga :
Ganti Oli Mobil di Eropa Bisa Sampai 24.000 Km
Cuma Ada 1 Mesin Bensin di Daftar Mobil Terlaris China
Panduan Modifikasi Ban Off-Road untuk SUV, Lebih Besar Belum Tentu Lebih Baik

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kapal Putri Yasmin Terbakar di Laut, Telan Korban Jiwa!
• 21 jam laludetik.com
thumb
Indonesia di Antara Swasembada dan Ketergantungan Impor Beras
• 2 jam lalukompas.id
thumb
BPDLH Perluas Program Dana Iklim ke 34 Provinsi, Rp761 Miliar Telah Disalurkan
• 16 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Dari 0,1 Persen Kini 11,41 Persen, Makassar Tancap Gas Pendataan Perlinsos Digital
• 14 jam laluharianfajar
thumb
Kemenhut Terbitkan Aturan Baru Perdagangan Karbon, Apa Saja Prinsip yang Harus Dipenuhi?
• 22 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.