Bapak-bapak Tarik Tambang Pakai Daster, Tawa Pecah di Terminal Kampung Rambutan Saat Lomba 17-an

kompas.com
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Suasana Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, tampak berbeda pada Kamis (13/8/2026) pagi.

Di tengah aktivitas penumpang dan kendaraan, para petugas Dishub, pengurus PO, karyawan PO, serta pedagang mengikuti berbagai lomba untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Pantauan Kompas.com di lokasi, perlombaan dimulai sekitar pukul 08.30 WIB dengan pembukaan berupa karaoke yang diikuti panitia dan Ketua Terminal Kampung Rambutan.

Baca juga: HUT Ke-81 RI, Pemprov DKI Siapkan Panggung Hiburan dan Lomba 17 Agustus di Kota Tua

Lomba pertama diawali dengan tarik tambang antara tim Dinas Perhubungan dan perwakilan PO asal Jawa Barat.

Sebanyak 10 peserta dari masing-masing tim ikut bertanding dengan mengenakan daster sehingga suasana lomba semakin meriah dan mengundang tawa penonton.

Teriakan "tarik, tarik, tarik" menggema ketika kedua tim saling mengerahkan tenaga untuk memenangkan pertandingan.

Baca juga: Lomba 17 Agustus, Tradisi yang Tak Lekang Dimakan Waktu

Beberapa peserta bahkan berteriak histeris saat tubuh mereka mulai tertarik mendekati garis batas.

Alih-alih menyerah, peserta justru merendahkan tubuh dan menjejakkan kaki kuat-kuat ke tanah sambil berteriak, "Jangan lepas! Jangan lepas!"

Sorakan penonton semakin riuh ketika sejumlah peserta kehilangan keseimbangan hingga tersungkur hampir bersamaan.

KOMPAS.com/Muhammad Wildan Alghofari Meriahnya lomba 17 Agustusan yang diadakan di terminal Kampung Rambutan
Baca juga: Dari Balap Karung hingga Panjat Pinang, dari Mana Asal Muasal Lomba 17 Agustus?

Tawa pun pecah setelah beberapa peserta masih tergeletak sambil tertawa sebelum dibantu rekan-rekannya untuk berdiri.

Kekalahan juga tidak membuat suasana menjadi tegang karena para peserta justru saling menggoda dan menertawakan kejadian tersebut.

Setelah kelompok bapak-bapak selesai bertanding, giliran ibu-ibu paguyuban mengikuti lomba tarik tambang dengan mengenakan sarung.

Baca juga: Dari Balap Karung hingga Panjat Pinang, dari Mana Asal Muasal Lomba 17 Agustus?

Ketua Satuan Pelaksana (Satpel) Terminal Bus Kampung Rambutan Revi Zulkarnain mengatakan, perlombaan sengaja dibuat unik agar seluruh orang yang beraktivitas di terminal dapat menikmati suasana perayaan kemerdekaan.

"Perlombaan itu kita adakan yang unik-unik, yang lucu supaya semua terhibur, baik itu pengurus PO, pedagang, masyarakat, pengunjung terminal," ujar Revi saat ditemui Kompas.com di Terminal Kampung Rambutan, Kamis (13/8/2026).

Menurut Revi, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat mengurangi kejenuhan penumpang yang tengah menunggu keberangkatan bus.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Baca juga: Sejarah Balap Karung, Lomba 17-an yang Selalu Bikin Seru


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemain Berdarah Indonesia Ini Hampir Gabung Klub Liga Arab Saudi, Man City Siap Lepas Rp1 Triliun
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Sidang Bupati Pati Sudewo Memanas, Camat Blak-blakan soal Ancaman Copot hingga Nominal Mahar Jabatan Perangkat Desa
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Bobby Nasution Terima Penghargaan, Sumut Terbaik I Program 3 Juta Rumah
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Geronimo Rulli Kiper Timnas Argentina Resmi Berseragam Manchester City
• 9 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Pengembalian Uang Raja Juli Kurang 2.000 Dolar Singapura, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan dan Kapolres Kuansing
• 17 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.