Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyebut TNI telah membantu mengubah lahan pertanian tadah hujan seluas 100.120 hektare menjadi lahan yang dapat ditanami hingga tiga kali dalam setahun.
Hal itu disampaikan Maruli saat melaporkan capaian program TNI kepada Presiden Prabowo Subianto dalam acara peresmian 3.395 jembatan dan 3.000 titik air bersih secara virtual, Kamis (13/8).
Maruli mengatakan, dari total 100.120 hektare tersebut, sebanyak 83.150 hektare telah mendapatkan dukungan pengairan sehingga sebelumnya hanya mengandalkan hujan kini dapat melakukan tiga kali panen.
"Selanjutnya juga untuk air pertanian Pak, jadi kami sudah membuat untuk 83.150 hektar yang tadinya tadah hujan sekarang mereka bisa tiga kali panen," kata Maruli.
Dia mengatakan, program tersebut terus diperluas. Atas dukungan pemerintah, TNI saat ini mulai mengerjakan 445 titik tambahan yang diproyeksikan mampu mengairi 16.970 hektare lahan.
"Jadi kalau dijumlahkan pada tahun ini kita sudah membuat satu daerah-daerah yang tadah hujan 100.120 hektar yang tadinya tadah hujan menjadi tiga kali panen," ujarnya.
Maruli memperkirakan peningkatan produktivitas tersebut dapat memberikan tambahan produksi gabah dalam jumlah besar.
"Mudah-mudahan ini gabah kalau dikali 5 bisa jadi 1,5 juta ton per tahun," katanya.
Selain pengairan lahan pertanian, Maruli melaporkan pembangunan infrastruktur pipanisasi untuk mendukung ketersediaan air. Salah satunya berada di Pulau Bawean dengan jaringan sepanjang 15 kilometer.
"Untuk pipanisasi terpanjang kita buat di Pulau Bawean ada 15 kilometer dan juga kami sedang mengerjakan di Samosir yang panjangnya 15 kilometer, mudah-mudahan juga selesai dalam waktu di akhir tahun ini," ucapnya.
Bangun Titik Air BersihDalam kesempatan yang sama, Maruli juga melaporkan capaian pembangunan titik air bersih. Dia mengatakan TNI telah membangun total 10.912 titik air bersih.
"Selanjutnya untuk air bersih, izin melaporkan Pak, kita sudah membuat 10.912 titik air bersih yang selama ini kami sudah 5 tahun kami buat 5.797," kata Maruli.
Menurut dia, percepatan pembangunan terjadi setelah adanya dukungan Presiden Prabowo. Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, TNI telah menyelesaikan pembangunan 3.000 titik air bersih.
"Sejak Bapak mendukung kegiatan air bersih ini, mulai dari Januari sampai dengan Agustus ini sudah selesai 3.000 titik, Pak. Jadi dukungan Bapak ini sama dengan kami bekerja empat tahun. Baru bulan Agustus kami sudah bisa bikin 3.000," tandas dia.





