EtIndonesia.com Perusahaan listrik Prancis, Électricité de France (EDF), baru-baru ini mengatakan bahwa ledakan populasi ubur-ubur telah menyumbat pompa air pendingin, sehingga tiga reaktor nuklir di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Gravelines, Prancis utara, terpaksa dihentikan.
Menurut laporan AFP, dalam pernyataan pada 11 Agustus, EDF mengatakan bahwa tiga reaktor di PLTN Gravelines telah dihentikan. Selain itu, satu reaktor lainnya beroperasi dengan kapasitas setengah, sementara satu reaktor sedang menjalani pemeliharaan rutin. Dengan demikian, hanya satu reaktor yang masih beroperasi secara normal.
EDF menyatakan: “Insiden ini tidak berdampak terhadap keselamatan fasilitas pembangkit listrik nuklir, personel, maupun lingkungan.”
Berdasarkan perhitungan dari data yang dipublikasikan EDF sejak 2015, sebelum ubur-ubur menyebabkan penghentian reaktor, produksi listrik tenaga nuklir Prancis pada 9 Agustus sudah berada 15,6% di bawah tingkat normal.
Dengan gelombang panas kelima tahun ini diperkirakan akan terus menguat sepanjang pekan ini, produksi listrik tenaga nuklir Prancis kemungkinan akan semakin terdampak.
Tahun ini, Prancis telah mengalami beberapa gelombang panas dan kekeringan, yang berulang kali mengganggu pembangkitan listrik tenaga nuklir. Pada Juni dan Juli, EDF terpaksa menghentikan sejumlah reaktor akibat suhu yang sangat tinggi.
Diketahui bahwa PLTN Gravelines juga mengalami kejadian serupa tahun lalu, ketika ledakan populasi ubur-ubur memaksa beberapa reaktornya dihentikan.
Selain itu, ledakan populasi ubur-ubur juga pernah menyebabkan pembangkit listrik tenaga nuklir di negara lain berhenti beroperasi. Pada 2013, sebuah PLTN di Swedia terdampak oleh serbuan ubur-ubur, sedangkan pada 1999, PLTN di Jepang juga pernah menghentikan operasinya akibat populasi ubur-ubur yang sangat besar.
Para ahli mengatakan bahwa penangkapan ikan secara berlebihan dan polusi plastik telah mengurangi jumlah predator alami ubur-ubur. Di sisi lain, perubahan iklim yang menyebabkan suhu air laut meningkat juga menciptakan kondisi yang mendukung perkembangbiakan ubur-ubur secara besar-besaran.
Sumber : NTDTV.com





