CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Membangun pesepak bola sejak usia dini bukan hanya soal mengasah teknik dan memahami permainan. Ada satu aspek yang kerap berada di belakang layar, tetapi sangat menentukan perjalanan seorang pemain yakni pencegahan cedera.
FIFA menempatkan kesehatan dan kesejahteraan pemain sebagai bagian penting dari pengembangan sepak bola di semua level.
Menurut FIFA Medical, meningkatnya tuntutan fisik dan mental dalam sepak bola membuat upaya pencegahan cedera semakin penting untuk melindungi kesehatan pemain, menjaga performa, dan memperpanjang karier mereka.
Pada kelompok usia muda, pencegahan sebaiknya dimulai dari hal yang sederhana. Pemain perlu dipersiapkan dengan baik sebelum berlatih atau bertanding melalui pemanasan yang sesuai.
FIFA bahkan mengembangkan FIFA 11+ Kids, program pemanasan yang dirancang khusus untuk pemain muda sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko cedera.
Program tersebut bukan sekadar rutinitas sebelum pertandingan. FIFA mencatat penelitian pada pemain muda menunjukkan penerapan FIFA 11+ Kids berkaitan dengan penurunan angka cedera.
Dalam sebuah penelitian yang dibahas FIFA, penerapan program tersebut menghasilkan penurunan cedera hingga sekitar 50 persen pada pemain yang mengikutinya.
Karena itu, pemanasan semestinya tidak dipandang sebagai formalitas sebelum latihan dimulai. Gerakan yang dirancang untuk mempersiapkan tubuh, termasuk aspek kekuatan, keseimbangan, kelincahan, dan stabilitas, perlu menjadi bagian dari rutinitas pembinaan.
FIFA juga menekankan pentingnya memahami tuntutan yang diberikan sepak bola terhadap tubuh pemain.
Dalam materi pencegahan cedera, unsur seperti strength, balance, agility, dan core stability disebut sebagai bagian yang dapat dimasukkan ke dalam program pengondisian pemain.
Bagi akademi, langkah berikutnya adalah membangun kebiasaan pemantauan kesehatan pemain.
FIFA Medical mengembangkan sistem player health surveillance untuk memperoleh gambaran mengenai besaran dan faktor yang memengaruhi berbagai persoalan kesehatan dalam sepak bola.
Pendekatan berbasis data tersebut membantu pengambil keputusan menyusun langkah pencegahan yang lebih tepat.
Pada level usia dini, prinsip tersebut dapat diterapkan secara sederhana dengan memperhatikan kondisi pemain sebelum dan sesudah latihan, mencatat riwayat cedera, serta memastikan program latihan tidak mengabaikan proses pertumbuhan dan pemulihan.
Perhatian khusus juga diperlukan terhadap cedera kepala. FIFA menegaskan bahwa gegar otak merupakan cedera otak traumatis yang dapat terjadi dalam olahraga dan penting untuk mengenali tanda serta gejalanya.
Dalam situasi yang dicurigai sebagai gegar otak, kesehatan otak harus menjadi prioritas.
Pada akhirnya, pembinaan pemain muda tidak seharusnya hanya bertujuan menghasilkan pemain yang mampu tampil baik hari ini.
Tubuh mereka juga harus dipersiapkan untuk menghadapi tuntutan sepak bola dalam jangka panjang.
Bakat perlu dikembangkan, tetapi kesehatan harus dijaga. Sebab, pemain muda yang terus berkembang tanpa terganggu cedera memiliki kesempatan lebih besar untuk mencapai level permainan berikutnya.




