ETIndonesia.com Baru-baru ini, sebuah toko ayam goreng di Shenzhen, Tiongkok hanya memiliki seorang pegawai muda yang bekerja di dapur. Menghadapi banyaknya pesanan makanan untuk diantar, pegawai tersebut kelelahan hingga menangis dan kehilangan suara, lalu akhirnya jatuh ke lantai dan mengalami kejang. Banyak warganet Tiongkok merasa ikut prihatin dan mengeluhkan: “Menjadi pekerja memang sangat sulit!”
Video yang beredar di internet memperlihatkan bahwa pada larut malam 10 Agustus, di sebuah gerai ayam goreng untuk dibawa pulang bernama “Buke Zhaji” di Distrik Longhua, Shenzhen, Guangdong, seorang pegawai laki-laki muda terlihat menangis sambil mempercepat pekerjaannya membuat ayam goreng karena khawatir pesanan terlambat dan mendapat keluhan.
近日,深圳一家炸雞店員工忙到崩潰,一邊哭一邊做炸雞,最終抽搐倒地不起。 pic.twitter.com/7MUvpLOlV1
— ying tang (@yingtan04410735) August 12, 2026Beberapa kurir makanan yang sedang menunggu di area pengambilan pesanan melihat pegawai tersebut bekerja hingga hampir mengalami gangguan emosional. Salah seorang kurir berusaha menenangkannya:
“Jangan terlalu tegang. Jangan terburu-buru. Pelan-pelan saja, kerjakan perlahan. Tidak ada yang mendesak kamu.”
近日,深圳一家炸雞店員工忙到崩潰,一邊哭一邊做炸雞,最終抽搐倒地不起。 pic.twitter.com/UbyIzIJMFJ
— ying tang (@yingtan04410735) August 12, 2026Pegawai tersebut terus berlari kecil di dapur, menggoreng potongan ayam dan mengemas pesanan. Napasnya tampak mulai tidak teratur dan tangannya terlihat gemetar.
Seorang kurir bertanya kepadanya:
“Kenapa cuma kamu seorang?”
Kurir lainnya, melihat kondisi pegawai yang menangis dan hampir tidak sanggup bekerja, berkata dengan penuh empati:
“Kita semua dieksploitasi.”
Kurir lainnya terus berusaha menenangkan pegawai tersebut:
“Jangan terburu-buru, jangan menangis.”
Dalam video terlihat bahwa pegawai itu sudah kesulitan bernapas. Sambil memegang wadah makanan dan memasukkan ayam goreng ke dalamnya, ia tampak tidak mampu berdiri dengan stabil. Seluruh tubuhnya gemetar dan napasnya semakin cepat.
Kemudian seorang kurir bertanya:
“Pesanan Meituan yang 40 sudah selesai?”
Kurir lainnya segera berkata: “Jangan panggil dia, jangan! Dia sudah hampir tidak kuat. Jangan desak dia lagi.”
Video tersebut kemudian memperlihatkan pegawai ayam goreng itu akhirnya kelelahan hingga ambruk dan mengalami kejang di lantai. Seorang pria berdiri di sampingnya dan meminta pegawai tersebut untuk tenang sambil berkata:
“Biar saya yang kerjakan. Saya yang kerjakan.”
Video pegawai toko ayam goreng yang kelelahan hingga ambruk tersebut kemudian viral di internet dan menarik perhatian publik. Sejumlah warganet berkomentar:
“Yang saya lihat hanyalah eksploitasi tenaga kerja oleh pemilik modal.”
“Menjadi pekerja memang sangat sulit!”
“Bekerja di bidang restoran memang sangat melelahkan, apalagi pekerja musiman saat liburan musim panas. Kerja lebih banyak, penghasilan lebih sedikit, dan masih harus menghadapi PUA (tekanan psikologis).”
“Sekarang banyak pemilik usaha seperti ini. Membuka satu toko, hanya mempekerjakan satu atau dua orang untuk menangani pesanan online, lalu berharap bisa duduk santai menerima uang. Ketika pegawai tidak sanggup mengerjakan semuanya, gajinya malah dipotong.”
Setelah kejadian tersebut, pihak toko ayam goreng memberikan tanggapan bahwa gerai tersebut seharusnya memiliki dua orang pegawai. Namun, pada hari kejadian, salah satu pegawai mengajukan cuti sehingga hanya seorang pegawai baru yang harus menangani semuanya seorang diri. Kondisi tersebut akhirnya menyebabkan gangguan emosional yang memicu alkalosis respiratorik (respiratory alkalosis).
Setelah dipastikan kondisi fisiknya tidak bermasalah, pegawai tersebut kemudian mengundurkan diri, dan seluruh gajinya telah dibayarkan.
Luo Tingting/Wen Hui





