Merek kendaraan niaga asal China, Farizon, bagian dari Arista Group mulai menyiapkan produksi lokal untuk memperluas pilihan mobil listrik (EV) komersial di Indonesia. Saat ini, ada dua model yang akan dirakit di Purwakarta, Jawa Barat.
Branch Manager Farizon, Fahmi, mengatakan bahwa kedua model tersebut terdiri dari mobil pikap dan V8E Cargo Van yang termasuk blind van.
"Sekarang yang dirakit lokal di PT Handal Indonesia Motor (HIM) itu tipenya pertama super cargo atau yang pikap. Kedua cargo van, itu kalau bahasa umumnya yang blind van. Jadi, sementara ini ada dua model yang dirakit di PT HIM," kata dia saat ditemui di Jakarta Barat, Rabu (12/8/2026).
Produksi lokal tersebut menjadi bagian dari langkah Farizon dalam memperluas pilihan EV untuk kebutuhan niaga di Tanah Air. Fahmi menginformasikan dirinya belum dapat memastikan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dari kedua model tersebut.
"Untuk TKDN-nya sendiri, saya belum ada informasinya. Nanti kita tanyakan lagi lebih lanjut ke PT HIM," imbuhnya singkat.
Dari sisi jaringan penjualan, Farizon saat ini memiliki dua dealer yang berlokasi di Jakarta dan Bandung. Operasional di sejumlah wilayah akan didukung tim dari jaringan Arista Group, termasuk untuk layanan purna jual.
Adapun, Farizon turut mendapat respons positif dari konsumen terhadap EV komersial yang mereka pasarkan. Salah satu faktor yang dinilai menarik ialah kapasitas kabin yang lega, terutama pada model Farizon SV.
"Sejauh ini penerimaan model SV cukup antusias karena termasuk EV yang memberikan kapasitas yang luar biasa. Kami punya high roof cukup tinggi sekitar 2,5 meter di mana di dalamnya customer bisa berdiri," ujar Fahmi.
Sementara itu, Farizon menargetkan model pikap listrik untuk konsumen dari kalangan pelaku usaha hingga sektor industri. Kendaraan tersebut dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari membawa boks dan freezer sampai distribusi barang.
Untuk kebutuhan ekspedisi, kapasitas angkut menjadi salah satu keunggulan yang ditawarkan. Fahmi menyebut pikap listriknya memiliki kemampuan membawa muatan hingga sekitar dua ton. Hal ini membuatnya dapat menunjang aktivitas distribusi barang dalam jumlah besar.
Selain sektor ekspedisi dan usaha, kendaraan tersebut juga menyasar kebutuhan operasional industri. Farizon melihat EV komersial masih memiliki peluang untuk digunakan lebih luas, seiring dengan kebutuhan pelaku usaha terhadap kendaraan angkut yang sesuai kebutuhan operasional.





