Ruben Onsu Minta Audit Nafkah Anak Rp 200 Juta yang Diterima Sarwendah, Kuasa Hukum sang Presenter Sebut Hal Tak Wajar Ini

grid.id
1 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Kabar Ruben Onsu minta audit nafkah anak Rp 200 juta yang selama ini diterima Sarwendah ramai jadi sorotan. Pasalnya kuasa hukum Ruben melihat ada sesuatu yang tidak wajar.

Ya, seperti yang diketahui Ruben Onsu dan Sarwendah memang sudah bercerai. Kendati demikian Ruben Onsu memang dimintai uang membiayai nafkah anak-anaknya Rp 200 juta.

Dan tetap boleh rutin bertemu dengan anak-anaknya seminggu dua hingga tiga kali. Namun belakangan, sang presenter merasa dipersulit untuk bertemu anak-anaknya.

Imbas hal tersebut, Ruben Onsu akhirnya protes dengan menghentikan mentransfer Rp 200 juta yang selama ini dilakukannya. Dan hal itu, lantas diduga memantik rasa amarah Sarwendah hingga keduanya terlibat saling sindir.

Terbaru, Ruben Onsu bahkan menggugat hak asuh anak ke pengadilan. Serta Ruben Onsu minta audit nafkah anak Rp 200 juta yang selama ini diterima Sarwendah.

Hal itu diketahui dari penuturan kuasa hukum dari Ruben Onsu, yakni Minola Sebayang.

"Memang sebaiknya setiap uang yang diberikan kepada wali, atau kepada orang yang mendapatkan hak asuh itu, mempertanggungjawabkan, kan begitu," kata MinolaSebayang dikutip Grid.ID dari Tribunnews.com, Kamis (13/8/2026).

Hal itu menurut Minola hal wajar untuk dipertanyakan.

"Setiap uang yang dia terima, dipertanggungjawabkan ke mana pengeluarannya," imbuhnya.

Lebih lanjut, Minola juga mempertanyakan apakah benar anak-anak dari kliennya itu mendapatkan haknya. Pasalnya, anak Ruben Onsu masih di bawah umur sehingga tidak mungkin bisa mengelola keuangan sendiri.

"Sebenarnya ini kan juga untuk perlindungan kepada anak bahwa anak betul-betul mendapatkan apa yang seharusnya menjadi haknya karena uang pemeliharaan. Uang nafkah itu kan hak anak, bukan hak mantan," beber Minola.

 

Tak berhenti sampai di situ, terkait Ruben Onsu minta audit nafkah anak Rp 200 juta karena sudah sesuai dengan undang-undang perkawinan.

"Rujukannya kan juga ada tuh di Undang-Undang Perkawinan maupun Kompilasi Hukum Islam, karena banyak juga uangnya masuk ke walinya, tapi tidak sampai ke anaknya sehingga anaknya telantar," ujar Minola Sebayang dikutip dari Kompas.com.

Itulah sebabnya, kliennya itu mempertanyakan terkait rincian yang harusnya ada terkait kebutuhan anak.

"Jadi inilah yang dari beberapa waktu yang lalu kan sudah kami sampaikan. Ruben berulang-ulang tuh mempertanyakan perincian kebutuhan anak ini riilnya seperti apa," imbuh Minola.

Terakhir, Minola juga mencium hal tak wajar, karena anak di bawah umur bisa mengeluarkan biaya sampai Rp 200 juta untuk kebutuhan satu bulan saja.

“Kira-kira masuk akal enggak sih, kita semuanya punya keluarga ya, punya anak. Masuk akal enggak sih pengeluaran seorang anak yang masih di bawah umur itu per bulannya Rp 200 juta sampai Rp 263 juta per bulan? Belum lagi biaya kartu kredit," beber Minola.

"Wajar dong kalau misalnya kemudian kita akan menggunakan audit ya agar pengeluaran itu bisa diaudit dan transparan," tandasnya. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Komisi I Minta Kasus Pegawai Diskominfo Kukar yang Bakar Kantor Diusut Utuh
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Robert Alberts Blak-blakan Ungkap Fakta Sengketa dengan Persib: Saya Sudah Berkompromi
• 17 jam lalubola.com
thumb
BNI Perkuat Tata Kelola SDM lewat LSP dan Sertifikasi ISO
• 5 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Bersama Roy Suryo, Dokter Tifa Buka-bukaan Akan Manfaatkan Hukum Pidana Baru Demi Lawan Jokowi
• 13 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
BEI siap lakukan private placement hingga IPO guna investor baru masuk
• 19 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.