jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah Indonesia mengutuk serangan kapal dagang di Selat Bab Al-Mandeb, Yaman, yang melukai ABK WNI pasca-insiden yang menimpa kapal MV Tihamah.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Yvonne Mewengkang mengatakan kecaman tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono dalam percakapan telepon dengan Menlu Yaman Afrah Abdulaziz Al-Zouba pada Rabu (12/8).
BACA JUGA: Iran Diduga Serang Kapal Kargo Berbendera Singapura di Selat Hormuz
“Tentunya dalam kesempatan tersebut, Menlu RI mengecam keras serangan ini dan menekankan perlunya langkah untuk mencegah eskalasi lanjutan,” kata Yvonne dalam taklimat media di Jakarta, Kamis.
Dalam percakapan tersebut, katanya, Sugiono menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Yaman atas asistensi dan fasilitasi bantuan bagi para ABK WNI yang terdampak serangan, khususnya melalui pembukaan akses konsuler bagi mereka.
BACA JUGA: Awak Kapal Kargo Terjatuh di Laut Jawa Kepulauan Seribu, Basarnas Lakukan Pencarian
Sugiono juga menegaskan komitmen Indonesia untuk terus bekerja sama dengan Yaman dalam menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan serta mencegah eskalasi konflik di wilayah tersebut, demikian Yvonne.
Sementara itu, terkait kondisi tiga ABK WNI di kapal MV Tihamah, Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah memastikan dua ABK selamat, sementara satu ABK lainnya masih hilang.
“Untuk satu ABK lainnya masih belum ditemukan, dan upaya pencarian dan penyisiran di wilayah laut masih terus dilakukan secara intensif oleh pihak-pihak terkait,” kata Heni.
Informasi terbaru mengenai kondisi ABK WNI tersebut, katnya, diterima pihak Indonesia pada Kamis pagi melalui nota diplomatik atau note verbale dari Kemlu Yaman. Kapal tersebut diketahui membawa total 11 ABK, terdiri atas delapan WN Pakistan dan tiga WNI.
Satu ABK WNI mengalami luka ringan akibat serpihan dan tidak memerlukan perawatan, sementara satu ABK WNI lainnya mengalami luka dan telah mendapat penanganan medis di rumah sakit, kata dia.
Menyusul insiden tersebut, KBRI Muscat terus melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan perlindungan para ABK WNI, termasuk mempersiapkan fasilitasi repatriasi ke Tanah Air apabila kondisi memungkinkan.
Menurut Anadolu, stasiun televisi yang terafiliasi dengan pemerintah Yaman, Al-Jumhuriya TV, pada Selasa melaporkan bahwa serangan yang diduga dilakukan oleh kelompok Houthi di Yaman tersebut turut menewaskan dua warga negara Pakistan berdasarkan laporan awal.
Selat Bab Al-Mandeb merupakan jalur masuk ke Laut Merah yang terletak di sisi barat Semenanjung Arab.(antara/jpnn)
Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean




