Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto mendorong peningkatan produksi motor listrik nasional hingga mencapai 2 juta unit, setelah sebelumnya mengapresiasi keberhasilan industri tersebut yang telah memproduksi 20 ribu motor listrik.
“Hari ini kelompok Indika telah berhasil produksi 20 ribu motor. Saya bilang ke kelompok Indika kalau kalian nanti mencapai 200 ribu saya datang lagi, 2 juta saya datang lagi,” kata Prabowo dalam sambutannya saat peluncuran motor listrik nasional dan ekosistem pendukungnya di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Kamis.
Presiden meminta seluruh pihak turut mendukung pengembangan motor listrik nasional, termasuk BPI Danantara.
Baca juga: Danantara sebut Himbara siap beri dukungan pendanaan untuk Molinas
Dukungan diperlukan untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik sekaligus mempercepat peningkatan produksi di dalam negeri. "Danantara dukung dengan apa yang kau bisa dukung tadi kita bicarakan," kata Presiden.
Sejalan dengan hal tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan pemerintah akan mendorong skema pembiayaan yang lebih terjangkau bagi masyarakat.
Pemerintah akan mengupayakan penurunan bunga cicilan motor listrik hingga kemungkinan pembelian tanpa uang muka (DP).
"Kita akan turunkan apa itu, bunga bunga cicilan kita turunkan untuk rakyat. Kemudian kita usahakan tidak pakai DP," ucapnya.
Menurut Prabowo, dukungan tersebut penting untuk mempercepat minat masyarakat beralih menggunakan kendaraan listrik. Selain dari sisi pembiayaan, penggunaan motor listrik juga memberikan efisiensi biaya operasional dibandingkan motor berbahan bakar bensin.
Baca juga: Prabowo: Ekosistem mobil listrik dibangun di Subang, produksi 2028
Presiden menyampaikan, berdasarkan perhitungan yang dilakukan, penggunaan motor listrik dapat menghemat pengeluaran masyarakat untuk mobilitas sehari-hari, minimal 50 persen bahkan hingga 70 persen.
Kepala Negara mengatakan transisi menuju kendaraan listrik juga akan semakin relevan seiring berkembangnya kebijakan pengendalian emisi di berbagai negara.
Ia mencontohkan penerapan pajak karbon serta pembatasan kendaraan berbahan bakar bensin di kota-kota besar seperti Beijing.
Kendati demikian, untuk mendukung masyarakat yang telah memiliki kendaraan berbahan bakar bensin, Presiden mengatakan pemerintah juga akan memikirkan skema tukar tambah sehingga motor lama dapat ditukar dengan motor listrik baru dengan tambahan biaya tertentu.
"Kita ada skema-skema nanti yang sudah terlanjur punya motor bensin nanti kita pikirkan bagaimana kita bisa tukar tambah motor yang lama dapat motor baru ya tambah dikit lah," ujarnya.
Baca juga: BKPM: Potensi pasar motor listrik di Indonesia 170 miliar dolar AS
“Hari ini kelompok Indika telah berhasil produksi 20 ribu motor. Saya bilang ke kelompok Indika kalau kalian nanti mencapai 200 ribu saya datang lagi, 2 juta saya datang lagi,” kata Prabowo dalam sambutannya saat peluncuran motor listrik nasional dan ekosistem pendukungnya di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Kamis.
Presiden meminta seluruh pihak turut mendukung pengembangan motor listrik nasional, termasuk BPI Danantara.
Baca juga: Danantara sebut Himbara siap beri dukungan pendanaan untuk Molinas
Dukungan diperlukan untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik sekaligus mempercepat peningkatan produksi di dalam negeri. "Danantara dukung dengan apa yang kau bisa dukung tadi kita bicarakan," kata Presiden.
Sejalan dengan hal tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan pemerintah akan mendorong skema pembiayaan yang lebih terjangkau bagi masyarakat.
Pemerintah akan mengupayakan penurunan bunga cicilan motor listrik hingga kemungkinan pembelian tanpa uang muka (DP).
"Kita akan turunkan apa itu, bunga bunga cicilan kita turunkan untuk rakyat. Kemudian kita usahakan tidak pakai DP," ucapnya.
Menurut Prabowo, dukungan tersebut penting untuk mempercepat minat masyarakat beralih menggunakan kendaraan listrik. Selain dari sisi pembiayaan, penggunaan motor listrik juga memberikan efisiensi biaya operasional dibandingkan motor berbahan bakar bensin.
Baca juga: Prabowo: Ekosistem mobil listrik dibangun di Subang, produksi 2028
Presiden menyampaikan, berdasarkan perhitungan yang dilakukan, penggunaan motor listrik dapat menghemat pengeluaran masyarakat untuk mobilitas sehari-hari, minimal 50 persen bahkan hingga 70 persen.
Kepala Negara mengatakan transisi menuju kendaraan listrik juga akan semakin relevan seiring berkembangnya kebijakan pengendalian emisi di berbagai negara.
Ia mencontohkan penerapan pajak karbon serta pembatasan kendaraan berbahan bakar bensin di kota-kota besar seperti Beijing.
Kendati demikian, untuk mendukung masyarakat yang telah memiliki kendaraan berbahan bakar bensin, Presiden mengatakan pemerintah juga akan memikirkan skema tukar tambah sehingga motor lama dapat ditukar dengan motor listrik baru dengan tambahan biaya tertentu.
"Kita ada skema-skema nanti yang sudah terlanjur punya motor bensin nanti kita pikirkan bagaimana kita bisa tukar tambah motor yang lama dapat motor baru ya tambah dikit lah," ujarnya.
Baca juga: BKPM: Potensi pasar motor listrik di Indonesia 170 miliar dolar AS





