Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, mengatakan bahwa pihaknya sudah berkomunikasi dengan Meta, perusahaan yang menaungi WhatsApp, menyusul maraknya akun WA yang tiba-tiba terblokir. Pemerintah meminta agar Meta segera mengambil tindakan sehingga layanan WhatsApp tetap dapat digunakan tanpa gangguan.
“Pasti kita minta layanan tidak terganggu, sudah disampaikan kepada Meta. Sudah berkomunikasi terus,” kata Meutya kepada awak kumparan di sela acara peluncuran UGM Indosat Nvidia AI Technology Center (NVAITC) di Yogyakarta, Kamis (13/8).
Laporan mengenai akun WhatsApp yang mendadak terblokir muncul dari berbagai pengguna secara global, termasuk Indonesia, dalam beberapa pekan terakhir. Sebagian pengguna mendapati notifikasi seperti "Akun sedang ditinjau" atau "Akun ini tidak bisa menggunakan WhatsApp" ketika membuka aplikasi.
Salah satu yang mengalaminya adalah Ayka. Sekitar tiga minggu lalu, akun WA miliknya mendadak terblokir setelah ia mengirim banyak pesan kepada sejumlah orang dalam waktu berdekatan. Nomornya tidak bisa digunakan melalui ponsel maupun laptop.
“Waktu itu aku habis ngabarin grup, nge-chat PR, nge-chat narasumber. Kayaknya gara-gara ngirim pesan banyak dalam waktu bersamaan, terus tiba-tiba WhatsApp aku ke-lock. Nomornya enggak bisa dipakai. Terus aku coba di laptop, di laptop pun ke-logout,” kata Ayka kepada kumparan.
Ayka kemudian mengikuti prosedur pemulihan yang diberikan WhatsApp, termasuk mengisi formulir peninjauan. WhatsApp lalu memberi tahu bahwa akunnya sedang menjalani proses peninjauan yang diperkirakan berlangsung selama 24 jam. Beruntung, akun tersebut kembali aktif keesokan harinya.
Kata Ahli Siber soal Ramai Akun WhatsApp Terblokir RandomPakar keamanan siber Alfons Tanujaya dari Vaksincom mengatakan gelombang pemblokiran akun WhatsApp tersebut bukanlah serangan hacker secara massal atau pemblokiran yang dilakukan pemerintah.
Menurut Alfons, ada beberapa kemungkinan yang dapat menjelaskan kondisi tersebut. Salah satunya adalah sistem anti-spam otomatis Meta yang salah mendeteksi aktivitas pengguna atau mengalami false positive. Kemungkinan lain, sebagian akun memang telah dibajak dan kemudian digunakan untuk menyebarkan spam. Kedua kemungkinan ini harus diantisipasi oleh pengguna.
WhatsApp Indonesia Akui Sedang Perbaiki Isu Akun Mendadak TerblokirMeta sendiri telah mengonfirmasi bahwa memang terjadi kesalahan. Perusahaan saat ini sedang bekerja untuk memulihkan akses akun-akun yang terdampak. Juru bicara WhatsApp Indonesia menjelaskan bahwa WhatsApp secara rutin memblokir akun yang diduga menyalahgunakan layanan demi menjaga keamanan pengguna lain. Namun, perusahaan mengakui sistemnya terkadang melakukan kesalahan.
“Kami senantiasa berupaya untuk selangkah lebih maju dari pihak-pihak yang mencoba menyalahgunakan layanan kami serta memblokir akun demi menjaga keamanan pengguna lain. Terkadang kami melakukan kesalahan, dan jika itu terjadi, kami berusaha memperbaikinya secepat mungkin agar pengguna dapat kembali berkirim pesan,” ungkap juru bicara WhatsApp Indonesia beberapa waktu lalu.
Langkah yang Harus Dilakukan jika Akun WhatsApp TerblokirBila akun WA Anda diblokir, Alfons menyarankan pengguna untuk melakukan sejumlah hal berikut ini:
Tekan tombol Minta Tinjauan di aplikasi langsung dari layar pemberitahuan
Tunggu proses peninjauan: Umumnya 12 sampai 24 jam
Jangan hapus aplikasi WhatsApp di HP Anda
Jangan daftar ulang nomor seluler
Siapkan metode komunikasi lain, bisa manfaatkan aplikasi pesan lain atau pakai SMS
Jangan percaya jasa unban WhatsApp atau anti-blokir WhatsApp. Setiap ada laporan akun WhatsApp terblokir di sebuah platform media sosial, bisa jadi ada akun misterius yang nimbrung menawarakan jasa unban atau anti-blokir akun WhatsApp, dan pada akhirnya meminta bayaran, minta kode OTP, atau malah membajak akun Anda. Faktanya: Tidak ada pihak ketiga yang bisa membuka blokir WhatsApp. Pembukaan blokir hanya bisa dilakukan oleh Meta
Sebelum hal-hal yang tidak diingin pada akun WhatsApp itu terjadi, Alfons juga menyarankan agar pengguna melakukan tiga langkah pengamanan berikut ini:
Aktifkan Verifikasi Dua Langkah (PIN)
Mengaktifkan verifikasi dua langkah pada akun WhatsApp, akan membuat pengguna dapat memasukkan PIN untuk mengamankan akun
Aktifkan backup konten secara otomatis
Kita bisa melakukan backup atau pencadangan konten WhatsApp secara otomatis dengan masuk ke Setelan (Settings) / Chat (Chats) / Cadangan (Chat backup) / Pilih frekuensi harian atau mingguan (Daily atau Weekly)
Cek "Perangkat Tertaut"
Keluarkan perangkat yang tidak Anda kenali dari daftar tertaut
Jangan pernah bagikan kode OTP
Sekali lagi, jangan pernah bagikan OTP kepada siapapun, termasuk kepada mereka yang mengaku sebagai "petugas WhatsApp"





