Pengelola E-Commerce RI Ekspansi ke Thailand, Kenaikan Omzet hingga 20%

kumparan.com
7 jam lalu
Cover Berita

Perusahaan penyedia layanan pengelolaan e-commerce asal Indonesia, AHA Commerce, memperluas bisnisnya ke Thailand. Dalam ekspansi ini, perusahaan menawarkan skema garansi peningkatan omzet minimal 20 persen bagi brand yang menggunakan layanannya.

Skema tersebut mengacu pada rata-rata omzet klien selama enam bulan sebelumnya. Apabila target kenaikan omzet minimal 20 persen tidak tercapai, AHA Commerce akan membebaskan klien dari biaya komisi.

Chief Business Officer sekaligus Co-Founder AHA Commerce Andre Chouw mengatakan, skema garansi tersebut didukung sistem pengelolaan e-commerce berbasis data yang selama ini telah diterapkan perusahaan di Indonesia.

"Kami percaya skema itu hanya bisa diberikan ketika perusahaan memiliki sistem yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan. Jadi garansi itu mencerminkan komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan yang berorientasi pada hasil dan dapat dievaluasi secara transparan," kata Andre dalam keterangannya, Kamis (13/8).

Menurut dia, perusahaan tidak hanya mengejar peningkatan penjualan dalam jangka pendek, tetapi juga pertumbuhan omzet dan profitabilitas brand secara berkelanjutan. Skema garansi serupa kini turut diterapkan untuk operasional AHA Commerce di Thailand.

Ekspansi ke Thailand dilakukan setelah AHA Commerce mulai mengelola toko online pertamanya di negara tersebut pada September 2025. Saat itu, perusahaan ditunjuk mengelola operasional marketplace Thailand milik sebuah brand yang telah beroperasi di negara tersebut.

AHA Commerce mencatat pengelolaan tersebut mampu menghasilkan pertumbuhan omzet hingga 221 persen. Perusahaan kemudian membentuk badan usaha resmi di Thailand, membuka kantor operasional, dan merekrut tim lokal.

Operasional AHA Commerce Thailand dijalankan dengan sistem hybrid. Tim lokal Thailand berkolaborasi dengan tim Indonesia untuk mengelola bisnis e-commerce sejumlah brand, dengan menyesuaikan strategi terhadap perilaku konsumen dan karakteristik marketplace setempat.

Chief Executive Officer AHA Commerce, Stephen Lawrence, mengatakan ekspansi ke Thailand menjadi langkah perusahaan untuk membawa sistem pengelolaan e-commerce yang dikembangkan di Indonesia ke pasar regional.

"Lebih dari satu dekade kami telah membangun fondasi bisnis melalui pembelajaran yang panjang dan mengembangkan sistem serta kapabilitas pengelolaan e-commerce di Indonesia. Ketika sistem tersebut terbukti mampu menghasilkan pertumbuhan yang konsisten bagi brand di Indonesia, kami melihat peluang untuk membawa pendekatan yang sama ke pasar regional," ujar Stephen.

Menurut Stephen, Thailand dipilih sebagai langkah awal perusahaan untuk memperluas bisnisnya di kawasan Asia Tenggara. Saat ini, AHA Commerce mengklaim telah mengelola lebih dari 280 brand dengan dukungan lebih dari 220 tenaga ahli. Dalam 12 bulan terakhir, perusahaan menangani lebih dari 8,1 juta pesanan dengan total omzet yang dikelola mencapai lebih dari Rp 453 miliar.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Geliat Grup Salim Ekspansi ke Bisnis Gim, Boyong Nintendo ke Indonesia
• 17 jam lalukatadata.co.id
thumb
Zidane Resmi Umumkan Staf Pelatih Timnas Prancis, Ada Nama Fabien Barthez
• 9 jam lalurepublika.co.id
thumb
10 Saham Top Gainer Perdagangan Kamis 13 Agustus 2026, EKAD Masih Urutan Pertama
• 10 jam laluidxchannel.com
thumb
Tim SMA MHIS Raih 14 Emas dari Kompetisi ORBIT-C 2026 di China
• 20 jam lalurepublika.co.id
thumb
Ini Daftar Pejabat BI yang Diusulkan Prabowo, Diwawancarai DPR Pekan Depan
• 21 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.