Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur (Jaktim) melalui Suku Dinas Kesehatan menargetkan sebanyak 591 ribu lebih anak mengikuti program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah sepanjang 2026.
"Jumlah sasaran CKG Sekolah di Kota Administrasi Jakarta Timur tahun 2026 sebanyak 591.191 anak," kata Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur Arief Wahyudhy di SMKN 64 Cipayung, Jakarta Timur, Rabu.
Dia menyebutkan CKG Sekolah menyasar seluruh peserta didik, mulai dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas atau sederajat. Program tersebut juga mencakup kelompok anak yang berada di luar satuan pendidikan.
"CKG Sekolah menyasar seluruh peserta didik SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK atau sederajat, termasuk SLB, pesantren dan sekolah rakyat, serta anak usia 7 sampai 17 tahun yang berada di luar satuan pendidikan," jelas Arief.
Selain itu, pencapaian target dilakukan secara bertahap sepanjang tahun. Pelaksanaan CKG Sekolah tidak hanya berfokus pada jumlah anak yang telah menjalani pemeriksaan, tetapi juga memastikan sekolah yang menjadi sasaran mendapatkan pendampingan dan hasil pemeriksaan dapat ditindaklanjuti.
Pada periode Januari hingga Juni 2026, pelaksanaan CKG diprioritaskan bagi sekolah yang belum mendapatkan layanan CKG pada periode Juli hingga Desember 2025.
Baca juga: Sudinkes Jaktim pastikan hasil CKG ditindaklanjuti hingga rujukan
Pelaksanaan selanjutnya dilakukan berdasarkan skala prioritas dan penjadwalan yang disepakati antara puskesmas dengan sekolah.
"Jadi, layanan pemeriksaan diharapkan dapat berjalan lebih terarah sekaligus menghindari adanya sekolah yang terlewat dari sasaran program," ucap Arief.
Lebih lanjut, dia menyebutkan CKG Sekolah tidak hanya berorientasi pada pemeriksaan kondisi fisik peserta didik.
Jenis pemeriksaan juga mencakup sejumlah aspek kesehatan yang berkaitan dengan pola hidup, penyakit menular dan tidak menular, kesehatan jiwa, kesehatan reproduksi, serta kesehatan organ tubuh.
Pada jenjang SMA/SMK usia 16-17 tahun, pemeriksaan CKG mencakup, antara lain status gizi, merokok, tingkat aktivitas fisik, tekanan darah, gula darah, tuberkulosis, dan anemia remaja putri kelas 10.
Kemudian, ada pula pemeriksaan telinga, mata, gigi, kesehatan jiwa dan reproduksi, pemeriksaan hati (Hepatitis B dan C), malaria, frambusia, kusta, dan skabies pada wilayah sesuai indikasi.
Keberhasilan CKG Sekolah, kata Arief, membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari sinergi antara sektor kesehatan, pendidikan, sekolah, keluarga hingga unsur terkait, sehingga program tersebut tidak berhenti pada pemeriksaan.
Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur juga memastikan hasil CKG Sekolah ditindaklanjuti sesuai dengan kondisi masing-masing peserta, termasuk melalui rujukan ke puskesmas.
Baca juga: CKG sekolah di Jaktim kerap temukan siswa bertekanan darah tak normal dan anemia
Baca juga: CKG sekolah di SMKN 64 Cipayung periksa kesehatan 350 siswa
"Jumlah sasaran CKG Sekolah di Kota Administrasi Jakarta Timur tahun 2026 sebanyak 591.191 anak," kata Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur Arief Wahyudhy di SMKN 64 Cipayung, Jakarta Timur, Rabu.
Dia menyebutkan CKG Sekolah menyasar seluruh peserta didik, mulai dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas atau sederajat. Program tersebut juga mencakup kelompok anak yang berada di luar satuan pendidikan.
"CKG Sekolah menyasar seluruh peserta didik SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK atau sederajat, termasuk SLB, pesantren dan sekolah rakyat, serta anak usia 7 sampai 17 tahun yang berada di luar satuan pendidikan," jelas Arief.
Selain itu, pencapaian target dilakukan secara bertahap sepanjang tahun. Pelaksanaan CKG Sekolah tidak hanya berfokus pada jumlah anak yang telah menjalani pemeriksaan, tetapi juga memastikan sekolah yang menjadi sasaran mendapatkan pendampingan dan hasil pemeriksaan dapat ditindaklanjuti.
Pada periode Januari hingga Juni 2026, pelaksanaan CKG diprioritaskan bagi sekolah yang belum mendapatkan layanan CKG pada periode Juli hingga Desember 2025.
Baca juga: Sudinkes Jaktim pastikan hasil CKG ditindaklanjuti hingga rujukan
Pelaksanaan selanjutnya dilakukan berdasarkan skala prioritas dan penjadwalan yang disepakati antara puskesmas dengan sekolah.
"Jadi, layanan pemeriksaan diharapkan dapat berjalan lebih terarah sekaligus menghindari adanya sekolah yang terlewat dari sasaran program," ucap Arief.
Lebih lanjut, dia menyebutkan CKG Sekolah tidak hanya berorientasi pada pemeriksaan kondisi fisik peserta didik.
Jenis pemeriksaan juga mencakup sejumlah aspek kesehatan yang berkaitan dengan pola hidup, penyakit menular dan tidak menular, kesehatan jiwa, kesehatan reproduksi, serta kesehatan organ tubuh.
Pada jenjang SMA/SMK usia 16-17 tahun, pemeriksaan CKG mencakup, antara lain status gizi, merokok, tingkat aktivitas fisik, tekanan darah, gula darah, tuberkulosis, dan anemia remaja putri kelas 10.
Kemudian, ada pula pemeriksaan telinga, mata, gigi, kesehatan jiwa dan reproduksi, pemeriksaan hati (Hepatitis B dan C), malaria, frambusia, kusta, dan skabies pada wilayah sesuai indikasi.
Keberhasilan CKG Sekolah, kata Arief, membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari sinergi antara sektor kesehatan, pendidikan, sekolah, keluarga hingga unsur terkait, sehingga program tersebut tidak berhenti pada pemeriksaan.
Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur juga memastikan hasil CKG Sekolah ditindaklanjuti sesuai dengan kondisi masing-masing peserta, termasuk melalui rujukan ke puskesmas.
Baca juga: CKG sekolah di Jaktim kerap temukan siswa bertekanan darah tak normal dan anemia
Baca juga: CKG sekolah di SMKN 64 Cipayung periksa kesehatan 350 siswa





