Tak Kantongi Izin, Pembangunan Akses Kafe di Cilandak Diminta Setop

kompas.com
16 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Jakarta Selatan meminta pembangunan akses keluar-masuk kendaraan menuju sebuah kafe di Jalan Lebak Bulus PDK, Kelurahan Lebak Bulus, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan, dihentikan sementara.

Penghentian dilakukan karena pembangunan inrit yang mengubah dan menutup saluran air tersebut belum mengantongi izin.

"Setelah peninjauan lokasi, kami mengingatkan pelaksana proyek agar tidak melanjutkan pembuatan inrit tersebut sebelum ada izin,” ujar Camat Cilandak Teguh Arifiyanto kepada Kompas.com melalui pesan WhatsApp, Kamis (13/8/2026).

Baca juga: Saluran Air di Cilandak Ditutup untuk Akses Kafe, Pemilik Diminta Kembalikan Kondisi Semula

Sejalan dengan penghentian pembangunan, Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan juga telah menerbitkan surat teguran kepada pemilik bangunan.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Administrasi Jakarta Selatan Iwan K Santoso mengatakan, surat teguran tersebut diterbitkan pada Kamis (13/8/2026).

“Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan telah berkoordinasi dengan Satpol PP terkait surat teguran tersebut,” ujar Iwan di Jakarta, Kamis.

Surat teguran itu bernomor 2001/KR.02.02.

Dalam surat tersebut, pemilik bangunan diminta mengembalikan kondisi saluran air seperti semula serta segera mengurus izin pembuatan inrit ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

Dengan demikian, persoalan pembangunan bukan hanya terkait penghentian pekerjaan, tetapi juga pengembalian fungsi saluran air yang sebelumnya telah diubah untuk menjadi akses kendaraan.

Baca juga: Penampakan Saluran Air di Cilandak yang Ditutup Tanpa Izin untuk Akses Kafe

Sebelumnya, pembangunan akses menuju kafe tersebut mendapat perhatian setelah saluran air di depan lahan ditutup dan diubah menjadi jalur keluar-masuk kendaraan.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, Kamis (13/8/2026), struktur inrit tersebut memiliki lebar sekitar 6 hingga 7 meter dan tampak masih baru.

Akses tersebut dibuat menggunakan konstruksi beton bertulang. Sejumlah besi penopang masih terlihat pada bagian struktur.

Di bawah beton inrit, saluran air yang sebelumnya terbuka diubah menjadi gorong-gorong sempit dengan menggunakan pipa paralon.

Pipa tersebut kemudian tersambung dengan pipa paralon lain yang berukuran lebih kecil.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Kondisi inilah yang kemudian menjadi perhatian karena perubahan terhadap saluran air dilakukan tanpa izin.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ketua MPR: Indonesia Harus Konsisten Menolak Perang
• 3 jam lalukompas.com
thumb
Prabowo: Birokrasi Tak Boleh Menghambat Keputusan yang Baik
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Danantara Didesak Buka Kontribusi Pertumbuhan Ekonomi untuk Kejar Target 8%
• 3 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Tiba di DPR Hadiri Sidang Tahunan, Prabowo Didampingi Ketua MPR dan DPD
• 4 jam lalurctiplus.com
thumb
Prabowo Targetkan Ekonomi 2026 Tumbuh 6 Persen di Tengah Melebarnya Ketimpangan
• 1 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.