Sampang (beritajatim.com) – Jagat media sosial kembali digegerkan oleh beredarnya rekaman video aksi kekerasan dan pengeroyokan sadis yang menimpa seorang perempuan muda di Madura.
Polisi bergerak cepat turun tangan menyelidiki kasus dugaan tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama yang terjadi di wilayah Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang.
Insiden mencekam yang merekam penganiayaan brutal tersebut diketahui berlangsung di area tempat praktik bidan mandiri di Dusun Tetean, Desa Bira Barat.
Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo, mengonfirmasi bahwa korban merupakan seorang perempuan berinisial MR (27) yang mengalami tindakan kekejaman di luar batas kemanusiaan.
Berdasarkan penuturan korban, petaka bermula saat dirinya diajak oleh seorang wanita berinisial H untuk mendatangi lokasi kejadian sekitar pukul 19.30 WIB.
Tanpa curiga, korban menuruti ajakan tersebut sebelum akhirnya disergap oleh lima orang pelaku, di mana dua di antaranya dikenali sebagai S dan H.
Di lokasi tersebut, korban langsung diinterogasi dan dituduh menjalin hubungan gelap alias perselingkuhan dengan suami dari pelaku H.
Meski korban sudah memberikan klarifikasi jujur bahwa hubungan masa lalu itu telah lama berakhir, emosi para pelaku yang sudah membara tak lagi dapat dibendung.
Pelaku H diduga langsung melayangkan tamparan keras ke pipi kanan korban serta menjambak rambutnya secara brutal. Aksi penganiayaan berlanjut saat pelaku S ikut menjambak hingga melempar korban ke lantai.
Tak berhenti di situ, pakaian dalam korban ditarik hingga robek dan terlepas. Dalam kondisi tak berdaya, para pelaku melakukan tindakan yang sangat keji terhadap korban.
“Korban diduga disiram menggunakan sambal pada bagian wajah dan kemaluan sebelum kemudian diseret keluar dari ruangan praktik,” terang AKP Eko Puji Waluyo.
Penyiksaan yang direkam kamera oleh salah satu pelaku tersebut kemudian diunggah hingga viral dan memicu gelombang kemarahan publik.
Akibat penganiayaan kejam itu, korban menderita luka fisik parah di bagian kepala, leher, pergelangan tangan, serta rasa panas menyiksa pada area sensitifnya selama dua hari berturut-turut.
Polres Sampang bergerak menyita sejumlah barang bukti vital, mulai dari jubah warna krem bernoda sambal, celana dalam korban yang robek, hingga rekaman video kejadian.
Pihak kepolisian menegaskan komitmen penuh untuk membongkar tuntas kasus ini serta memburu seluruh pihak yang terlibat dalam aksi pengeroyokan terorganisir tersebut. [sar/ian]




