Mengorkestrasi Kepakaran untuk Indonesia

kompas.id
11 jam lalu
Cover Berita

”Apakah artinya kesenian bila terpisah dari derita lingkungan? Apakah artinya berpikir bila terpisah dari masalah kehidupan? Apakah gunanya pendidikan bila hanya akan membuat seseorang menjadi asing di tengah kenyataan persoalannya?” (WS Rendra).

Pertanyaan-pertanyaan WS Rendra tersebut terasa semakin relevan di tengah dunia yang menghadapi perubahan iklim, krisis air dan pangan, disrupsi teknologi, hingga ketidakpastian geopolitik. Dalam situasi seperti ini, perguruan tinggi tidak lagi cukup menjadi ”menara gading” yang memproduksi ilmu pengetahuan dari kejauhan. Kampus dituntut hadir di tengah masyarakat, menerjemahkan kepakaran menjadi jawaban atas persoalan bangsa.

Semangat itulah yang melandasi kebijakan Diktisaintek (Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi)  Berdampak. Ukuran keberhasilan perguruan tinggi tak lagi berhenti pada jumlah lulusan, publikasi, atau paten, tetapi pada sejauh mana pendidikan, penelitian, dan pengabdian memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Sesungguhnya, semangat itu telah lebih dahulu menjadi arah yang kami bangun di Universitas Diponegoro (Undip) melalui tagline ”Undip Bermartabat, Undip Bermanfaat”. Bagi kami, martabat universitas tak hanya lahir dari reputasi akademik, tetapi juga dari kemampuannya menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

Saya meyakini setiap perguruan tinggi memiliki ilmuwan-ilmuwan hebat. Yang membedakan bukan kualitas manusianya, melainkan kemampuan kepemimpinan dalam mengorkestrasi seluruh kepakaran tersebut menjadi gerakan bersama yang menghasilkan dampak.

Bagi saya, memimpin universitas tidak berbeda dengan memimpin sebuah orkestra. Seorang rektor bukanlah pemain solo, melainkan seorang dirigen yang menyatukan beragam disiplin ilmu menuju tujuan yang sama: menghadirkan kemanfaatan bagi masyarakat.

Baca JugaPesan Lingkungan Menyambut Mahasiswa Baru Undip
Menghadirkan manfaat

Filosofi itu kami terjemahkan melalui berbagai inovasi yang lahir dari kolaborasi lintas disiplin. Salah satu paling nyata adalah pengembangan teknologi desalinasi air laut menjadi air bersih.

Sebagai universitas yang tumbuh di kawasan pantai utara Jawa, Undip memilih tidak berhenti pada riset mengenai banjir rob, intrusi air laut, dan krisis air bersih. Bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, pemerintah kabupaten dan kota, serta berbagai mitra industri, kami membangun 13  instalasi water treatment yang tersebar dari Brebes hingga Rembang. Setiap unit mampu menghasilkan sekitar 200.000  liter air bersih per hari, cukup untuk memenuhi kebutuhan satu desa.

Bagi kami, keberhasilan riset bukan hanya ketika dipublikasikan di jurnal ilmiah, melainkan ketika mampu menghadirkan harapan baru bagi masyarakat.

Teknologi itu juga dimanfaatkan di sejumlah daerah terdampak bencana dan melahirkan mobil pengolahan air bersih yang digunakan untuk penanganan kebencanaan. Bagi kami, keberhasilan riset bukan hanya ketika dipublikasikan di jurnal ilmiah, melainkan ketika mampu menghadirkan harapan baru bagi masyarakat.

Di bidang ketahanan pangan, Undip mengembangkan teknologi ozon untuk memperpanjang masa simpan hasil pertanian tanpa bahan kimia berbahaya. Inovasi ini membantu mengurangi kehilangan hasil panen, menjaga kualitas produk, sekaligus meningkatkan nilai ekonomi petani.

Di bidang kesehatan, Undip mengembangkan teknologi pendukung hemodialisis sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian alat kesehatan nasional. Inovasi ini tak hanya berpotensi meningkatkan kualitas layanan bagi pasien gagal ginjal, tetapi juga mendukung pengembangan industri alat kesehatan dalam negeri.

Sementara itu, komitmen terhadap keberlanjutan diwujudkan melalui pembangunan zero waste campus. Limbah anorganik diolah menjadi bahan bakar operasional, sedangkan limbah organik diproses menjadi kompos untuk mendukung pengelolaan kawasan hutan kampus. Pendekatan ini menjadikan kampus sebagai laboratorium hidup bagi penerapan ekonomi sirkular. Kami bersyukur, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menilai Undip sebagai salah satu contoh praktik zero waste terbaik di Indonesia.

Apa yang kami paparkan di atas baru sebagian di antaranya. Masih banyak inovasi lain dari 2.000 dosen yang tersebar di 11 fakultas dan dua sekolah. Dalam Dies Natalis Ke-68 Undip pada 15 Oktober 2025, kami meluncurkan 30 inovasi utama Undip  dengan topik Inovasi untuk Bangsa dan 92 produk yang berpotensi hilirisasi karena sudah memiliki mitra industri.

Namun, universitas yang berdampak tak hanya menghadirkan teknologi dan riset unggulan. Universitas juga harus menghadirkan kepedulian. Melalui program Food Truck Undip, ribuan mahasiswa memperoleh makanan bergizi setiap hari. Program ini lahir dari keyakinan bahwa pendidikan yang bermutu hanya dapat diwujudkan ketika setiap mahasiswa memiliki kesempatan belajar secara layak tanpa dibayangi persoalan kebutuhan dasar.

Baca JugaMenjadikan Inovasi Kampus sebagai Solusi Nyata di Pelosok Negeri
Mengorkestrasi kepakaran

Pada akhirnya, keberhasilan sebuah universitas tidak hanya diukur dari posisi dalam pemeringkatan dunia ataupun banyaknya publikasi yang dihasilkan. Semua itu penting sebagai fondasi akademik. Namun, martabat sebuah universitas sesungguhnya terletak pada kemampuannya menerjemahkan keunggulan akademik menjadi kemanfaatan yang dirasakan masyarakat.

Hakikat kepemimpinan di perguruan tinggi adalah mengorkestrasi kepakaran. Ketika para ilmuwan dari berbagai disiplin bergerak bersama, lahirlah solusi yang tidak mungkin dihasilkan oleh satu bidang ilmu saja. Kepemimpinan bukan tentang menjadi yang paling hebat, melainkan menciptakan ruang agar setiap orang dapat memberikan karya terbaiknya untuk tujuan bersama.

Sebab, pada akhirnya, universitas tak akan dikenang karena megahnya gedung yang dimilikinya ataupun tingginya posisi dalam pemeringkatan dunia. Universitas akan dikenang karena ilmu yang dibagi- kannya, harapan yang dihidupkannya, dan manfaat yang ditinggalkannya bagi bangsanya.

Universitas yang baik menghasilkan pengetahuan. Universitas yang hebat mengubah pengetahuan menjadi solusi. Dan universitas yang bermartabat memastikan solusi itu benar-benar sampai kepada masyarakat. Itulah ikhtiar yang terus kami bangun di Universitas Diponegoro: Undip Bermartabat, Undip Bermanfaat, dengan mengorkestrasi kepakaran untuk Indonesia.

PROF SUHARNOMO

Rektor Universitas Diponegoro


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pramono Ungkap Dampak Normalisasi Kali Cakung Lama untuk Banjir Jakut
• 13 jam laluliputan6.com
thumb
MSCI Pertahankan Status ”Emerging Market” Indonesia, 10 Saham Dihapus Per September 2026
• 21 jam lalukompas.id
thumb
Perjuangan Warga Grobogan Mendapatkan Air di Tengah Kemarau Panjang
• 1 jam lalurepublika.co.id
thumb
BNN Tangkap Bos Gendut, Buronan Kasus Sabu 98 Kilogram
• 14 jam lalujpnn.com
thumb
Oknum Pengacara Dipolisikan Usai Diduga Lakukan Penipuan dan Penggelapan
• 8 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.