jpnn.com, JAKARTA - Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin menyebut para wakil rakyat wajib menjaga sikap selama rangkaian acara Sidang Tahunan MPR RI pada Jumat (14/8).
Hal demikian dikatakannya demi menghindari kemungkinan para anggota MPR RI berbuat seperti peristiwa seperti Sidang Tahunan pada 2025.
BACA JUGA: Kabiro Humas MPR Dorong Publikasi Satu Narasi Sidang Tahunan 2026, Ini Tujuannya
"MPR itu, kan, terdiri dari DPR dan DPD, sebagai anggota parlemen, sebagai anggota perwakilan masyarakat, sudah seyogyanya memang kita menjaga etika dan sikap itu," kata Sultan di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Kamis (13/8).
Menurutnya, sebagai bentuk langkah antisipasi, panitia telah menyesuaikan pada daftar lagu yang akan dibawakan.
BACA JUGA: Wachid Nugroho Sebut Sidang Tahunan MPR Perkuat Akuntabilitas Lembaga Negara ke Rakyat
Sultan menjelaskan bahwa lagu-lagu yang diputar nantinya bakal difokuskan pada lagu nasional dan perjuangan.
"Sidang bersama ini juga kita sudah batasi, tidak akan ada lagi nanti hal-hal seperti lagu-lagu yang akan memancing suasana menjadi seperti ada hiburan seperti itu ya," jelasnya.
BACA JUGA: Ketua DPR: Persiapan Parlemen Menggelar Sidang Tahunan Sudah 80 Persen
Selanjutnya Sultan mengatakan langkah itu diambil untuk mencegah munculnya gestur atau gerakan tertentu yang dapat memancing persepsi negatif di mata publik.
"Jadi sesuai dengan yang sudah disiapkan oleh panitia, lagu juga yang akan ditampilkan adalah lagu-lagu yang nasionalisme, perjuangan sehingga menghindari gerakan-gerakan yang akan nanti memancing," tambahnya.
Selain itu, Sultan berharap, penyesuaian ini dapat menjaga kesakralan acara peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia tanpa mengikis nuansa kemeriahan kemerdekaan.
"Jadi, kami harapkan Sidang Tahunan dan Sidang Bersama ini betul-betul berjalan dengan khidmat, berjalan dengan tertib, aman dan lancar," tutupnya. (ast/jpnn)
Redaktur : Dedi Yondra
Reporter : Aristo Setiawan




