Mengikuti marathon internasional bukan hanya soal tiba di garis start dan menyelesaikan lomba. Persiapan fisik, latihan terstruktur, serta dukungan komunitas menjadi bagian penting bagi pelari yang ingin membawa langkahnya hingga ke ajang internasional. Salah satunya melalui program persiapan menuju BYD Singapore International Marathon (SGIM) 2026 di Singapura.
Melihat semakin banyak pelari Indonesia yang tertarik mengikuti ajang lari internasional, GMC Active bersama Lesnois menghadirkan program perjalanan lari yang dirancang untuk mendampingi peserta sejak persiapan hingga race day. Kolaborasi ini juga melibatkan Singapore Tourism Board dan BYD Singapore International Marathon presented by adidas (SGIM).
Program tersebut ditujukan terutama bagi pelari Indonesia yang baru pertama kali ingin mencoba ajang lari internasional. Tak hanya menyediakan slot lomba, perjalanan ini menggabungkan persiapan terstruktur, dukungan komunitas, dan pengalaman race yang dikurasi.
Salah satu bagian utama dari program ini adalah pelatihan selama tiga bulan bersama pelatih berpengalaman, Coach Valast. Program tersebut terbuka bagi pelari yang mengikuti kategori 10K, Half Marathon, maupun Full Marathon.
Selain sesi latihan, peserta juga akan mengikuti lari komunitas secara rutin dan sesi persiapan sebelum keberangkatan. Dengan demikian, perjalanan menuju race tidak hanya berfokus pada latihan individu, tetapi juga memberikan ruang bagi peserta untuk bertemu dan berlatih bersama komunitas.
Enam sosok yang disebut Cult Leaders turut dilibatkan sebagai wajah dari perjalanan tersebut. Mereka akan mendampingi peserta, mulai dari pelari pemula hingga pelari tingkat lanjutan.
Journey SGIM 2026 bersama GMC Active dan Lesnois akan dimulai pada September 2026. Selama tiga bulan, peserta akan menjalani rangkaian pelatihan yang dilanjutkan dengan agenda lari bulanan BUNKR Collective Run bersama komunitas serta pertemuan menjelang keberangkatan. Seluruh agenda persiapan tersebut berlangsung di Jakarta.
Ada Pilihan 10K hingga Full MarathonBYD Singapore International Marathon 2026 sendiri akan berlangsung pada 4–6 Desember 2026 di Singapura. Ajang ini menghadirkan sejumlah kategori yang dapat dipilih sesuai kemampuan dan target peserta, mulai dari Kids Dash, 5K, 10K, Half Marathon, hingga Marathon.
Melalui beragam kategori tersebut, SGIM membawa visi sebagai ajang olahraga yang ramah keluarga dan terbuka untuk berbagai kalangan.
Bagi pelari Indonesia yang mengikuti program GMC Active dan Lesnois, perjalanan akan mencapai puncaknya di Singapura pada Desember 2026 ketika peserta mengikuti langsung BYD Singapore International Marathon.
Direktur Utama GMC Active, Natasha Pardede, mengatakan program tersebut dibuat untuk membantu pelari Indonesia yang memiliki keinginan mengikuti marathon internasional, tetapi masih ragu karena belum mengetahui harus memulai persiapan dari mana.
“Banyak pelari Indonesia yang punya mimpi ikut marathon internasional, tapi ragu karena belum tahu harus mulai dari mana, terutama dari segi persiapan. Kami ingin pelari Indonesia merasa didampingi dari hari pertama latihan sampai mereka finish di Singapura,” ujar Natasha.
Dari Jakarta hingga Garis Finish di SingapuraMelalui program ini, GMC Active dan Lesnois ingin membuat pengalaman mengikuti SGIM lebih mudah diakses oleh pelari Indonesia. Persiapan dilakukan di Jakarta sebelum peserta kemudian berangkat ke Singapura untuk mengikuti race.
Lebih dari sekadar mengikuti kompetisi, program tersebut juga dirancang untuk menggabungkan olahraga dengan pengalaman komunitas. Inisiatif ini diharapkan dapat mendorong lebih banyak masyarakat Indonesia menjelajahi Singapura bukan hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai ruang olahraga dan momen kebersamaan.
Paket journey dan tiket dalam program ini tersedia dengan harga yang lebih hemat melalui kolaborasi GMC Active dan SGIM. Program tersebut dibuka hingga 30 September 2026.
Dengan rangkaian latihan, agenda komunitas, dan pengalaman race yang dipersiapkan sejak jauh hari, perjalanan menuju marathon di Singapura pun tidak berhenti pada target mencapai garis finish. Bagi pelari Indonesia, proses tersebut menjadi bagian dari pengalaman untuk mempersiapkan diri, membangun komunitas, dan menikmati perjalanan olahraga hingga ke panggung internasional.





