3 WNI Jadi Korban, Pemerintah Indonesia Kecam Serangan MV Tihamah di Bab el-Mandeb

kompas.tv
5 jam lalu
Cover Berita
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Yvonne Mewengkang di Kantor Kemlu, Jakarta, Kamis (16/4/2026). (Sumber: KOMPAS.com/HARYANTI PUSPA SARI)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Pemerintah Indonesia mengecam keras serangan terhadap kapal dagang MV Tihamah di Selat Bab el-Mandeb, Yaman, yang berdampak terhadap sejumlah anak buah kapal (ABK), termasuk tiga warga negara Indonesia (WNI).

Sikap tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri RI Sugiono dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Yaman Afrah Abdulaziz Al-Zouba pada Rabu (12/8/2026).

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Yvonne Mewengkang mengatakan, dalam percakapan tersebut Sugiono menekankan perlunya langkah untuk mencegah eskalasi lanjutan di kawasan.

Baca Juga: WNI Tewas dalam Serangan di Selat Bab el-Mandeb Yaman, 3 Awak Kapal Jadi Korban

“Tentunya dalam kesempatan tersebut, Menlu RI mengecam keras serangan ini dan menekankan perlunya langkah untuk mencegah eskalasi lanjutan,” kata Yvonne dikutip dari Antara, Kamis (13/8/2026).

Indonesia Apresiasi Bantuan Pemerintah Yaman

Dalam komunikasi dengan Menlu Yaman, Sugiono juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Yaman atas bantuan yang diberikan kepada para ABK WNI terdampak serangan.

Apresiasi tersebut, antara lain, diberikan atas fasilitasi bantuan serta pembukaan akses konsuler bagi para ABK WNI.

Pemerintah Indonesia menilai koordinasi dengan pemerintah Yaman penting untuk memastikan perlindungan terhadap para WNI yang terdampak insiden tersebut.

Sugiono juga menegaskan komitmen Indonesia untuk terus bekerja sama dengan Yaman dalam menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan serta mencegah eskalasi konflik.

Di tengah respons diplomatik tersebut, kondisi tiga ABK WNI yang berada di MV Tihamah masih menjadi perhatian pemerintah Indonesia.

Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah mengatakan dua ABK WNI telah dipastikan selamat, sementara satu lainnya masih belum ditemukan.

Baca Juga: Kemlu Benarkan 3 WNI Jadi Korban Serangan di Selat Bab Al-Mandeb: Korban Tewas Masih Verifikasi

“Untuk satu ABK lainnya masih belum ditemukan, dan upaya pencarian dan penyisiran di wilayah laut masih terus dilakukan secara intensif oleh pihak-pihak terkait,” ujar Heni.

MV Tihamah diketahui membawa 11 ABK, terdiri dari delapan warga negara Pakistan dan tiga WNI.

Dari dua WNI yang selamat, satu orang mengalami luka ringan akibat serpihan dan tidak membutuhkan perawatan. 

Sementara satu WNI lainnya mengalami luka dan telah mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.

Informasi terbaru mengenai kondisi para ABK WNI tersebut diterima pemerintah Indonesia melalui note verbale atau nota diplomatik dari Kementerian Luar Negeri Yaman pada Kamis pagi.

Sebelumnya, muncul laporan mengenai satu WNI yang disebut meninggal dunia dalam serangan terhadap kapal dagang di Selat Bab el-Mandeb.

Laporan Anadolu Agency mengutip stasiun televisi yang terafiliasi dengan pemerintah Yaman, Al-Jumhuriya TV, yang menyebut serangan tersebut turut menewaskan satu WNI dan dua warga negara Pakistan.

Namun, informasi tersebut merupakan laporan awal dan belum dikonfirmasi pemerintah Indonesia.

Baca Juga: Gempa 7,4 M Tewaskan 132 Orang di Kolombia, Kemlu Pastikan Semua WNI Kondisi Aman

Kemlu RI kemudian menyatakan satu ABK WNI masih belum ditemukan. 

Dengan demikian, hingga perkembangan terbaru, pemerintah Indonesia belum menyatakan WNI tersebut meninggal dunia.

Adapun Anadolu sebelumnya juga menyebut serangan tersebut diduga dilakukan oleh kelompok Houthi di Yaman. 

Namun, belum terdapat keterangan dalam informasi terbaru dari pemerintah Indonesia mengenai klaim tanggung jawab Houthi atas serangan terhadap MV Tihamah.

Selat Bab el-Mandeb merupakan jalur pelayaran strategis yang menjadi pintu masuk ke Laut Merah.

Selat tersebut berada di antara Yaman di Semenanjung Arab dan wilayah Tanduk Afrika.

Bab el-Mandeb juga menjadi bagian penting jalur pelayaran yang menghubungkan Samudra Hindia, Laut Merah, dan Terusan Suez.

Gangguan keamanan di kawasan tersebut dapat meningkatkan risiko terhadap keselamatan awak kapal sekaligus mengganggu kelancaran lalu lintas perdagangan internasional. 

Baca Juga: Prabowo Ucap Terima Kasih ke Thailand, Bantuan Pemulangan Hampir 1.000 WNI Korban Online Scam

 

Penulis : Rizky L Pratama Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV/Antara/Anadolu

Tag
  • MV Tihamah
  • Bab el-Mandeb
  • pemerintah Indonesia
  • Houthi
  • Yaman
  • WNI
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pramono Dukung Aparat Berantas Jaringan Narkoba di Kampung Bahari
• 9 jam laluliputan6.com
thumb
Anggun C Sasmi Kenang Momen saat Mampu Beli Berlian Pertama, Ceritanya Relate untuk Banyak Orang
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Gerebek Gembong Narkoba Kampung Bahari, BNN Dapat Perlawanan
• 15 jam laluliputan6.com
thumb
Puan Maharani Ungkap 4 Nama Calon Pejabat BI Usulan Prabowo
• 18 jam laluliputan6.com
thumb
Beri Warning! Prabowo Targetkan Mobil Listrik Indonesia Diproduksi Massal Mulai 2028
• 11 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.