Sumber dari rumah sakit, dan pemerintah menyampaikan serangan bom menewaskan wali kota Faizabad di Provinsi Badakhshan, Afghanistan. Peristiwa itu terjadi beberapa pekan setelah pejabat lain ditembak mati di wilayah tersebut.
Dilansir AFP, Habib-ur-Rahman Mansour, wali kota Faizabad, tewas setelah kendaraan yang ditumpanginya menjadi sasaran ledakan bom, pada Kamis (14/8), kata seorang perawat di Rumah Sakit Provinsi Badakhshan kepada AFP dengan syarat identitasnya dirahasiakan.
Seorang pegawai pemerintah kota Faizabad, yang juga meminta namanya tidak disebutkan karena alasan keamanan, mengatakan wali kota tersebut "dibunuh oleh bom yang dipasang" di dekat tempat kerja mereka.
Ledakan itu diklaim oleh Front Perlawanan Nasional (National Resistance Front/NFR), kelompok oposisi bersenjata yang dalam unggahan di X menyatakan pihaknya menargetkan kendaraan sang wali kota.
Pengeboman di Faizabad terjadi kurang dari tiga pekan setelah kepala Departemen Informasi dan Kebudayaan Badakhshan, Zabihullah Amiri, ditembak mati saat dalam perjalanan menuju kota tersebut.
Kelompok Negara Islam cabang Afghanistan dan Pakistan, Islamic State-Khorasan (IS-K), mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Wilayah terpencil Badakhshan telah menjadi pusat pertambangan penting di bawah pemerintahan Taliban, yang memperluas sektor tersebut sejak kembali berkuasa lima tahun lalu.
Bentrokan terjadi di provinsi itu pada Mei ketika pasukan keamanan berupaya menghancurkan ladang opium. Dua orang, termasuk seorang remaja, tewas dalam insiden tersebut.
Pejabat Taliban berjanji akan memulihkan keamanan di Afghanistan, tetapi serangkaian serangan sporadis masih terjadi sejak 2021.
Cabang regional kelompok IS telah mengklaim beberapa serangan, termasuk ledakan di sebuah restoran China di pusat Kabul yang menewaskan sedikitnya tujuh orang pada Januari lalu.
(aik/aik)





