REPUBLIKA.CO.ID, MANOKWARI, – Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Papua Barat Brigadir Jenderal Sulastiana mengajak mahasiswa baru Universitas Caritas Indonesia (Uncri) untuk bijak menghadapi perkembangan teknologi informasi dan risiko kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Ajakan ini disampaikan dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun akademik 2026/2027 yang diikuti 260 mahasiswa baru di Manokwari, Kamis.
Brigjen Sulastiana menekankan bahwa mahasiswa memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan bangsa dan negara. Peran tersebut diwujudkan melalui pembentukan karakter, peningkatan kualitas literasi digital, serta menghindari pergaulan bebas dan penyalahgunaan narkotika.
Ia menyebut perkembangan AI dan persoalan narkotika perlu dipahami secara menyeluruh. Keduanya merupakan bagian dari tantangan yang dihadapi generasi muda di tengah perubahan teknologi dan lingkungan sosial yang dinamis.
AI sebagai Peluang dan Risiko
Dalam pemaparannya, Sulastiana menjelaskan bahwa AI menghadirkan peluang untuk meningkatkan produktivitas. Namun, teknologi ini juga menyimpan risiko apabila digunakan tanpa rasa tanggung jawab.
"AI menghadirkan peluang meningkatkan produktivitas tetapi juga punya risiko apabila digunakan tanpa tanggung jawab," jelas Sulastiana. Ia mendorong mahasiswa agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu mengambil peran sebagai agen perubahan yang memberikan pengaruh positif bagi lingkungan kampus dan masyarakat.
.rec-desc {padding: 7px !important;} Generasi Emas Bebas Narkoba
Materi yang diusung mengangkat tema "Generasi Emas Bebas Narkoba di Era Kecerdasan Buatan". Tema ini menekankan pentingnya pemahaman setiap mahasiswa agar tidak mudah terkontaminasi dengan peredaran narkotika.
"Karena akan mengancam masa depan generasi muda, kalau tidak pahami bahasa penyalahgunaan narkoba," ujar Sulastiana. Penyampaian materi ini turut dihadiri oleh Ketua Yayasan Caritas Papua Haris Korneles Matanubun, Rektor Uncri Prof Dr Robert KR Hammar, serta jajaran wakil rektor, dekan, dan dosen.