JAKARTA, KOMPAS.com - Di tengah ketatnya persaingan untuk menjadi aparatur sipil negara (ASN), sebagian pegawai justru memilih meninggalkan status yang telah mereka dapatkan.
Badan Kepegawaian Negara (BKN) mencatat, dari 2.722 orang yang masuk dalam data pengunduran diri ASN pada Semester I 2026, sebanyak 384 orang benar-benar keluar dari ASN tanpa hak pensiun.
Jumlah itu terdiri dari 233 ASN dan 151 CASN.
Angka tersebut hanya sekitar 14 persen dari total 2.722 orang.
Sebab, sebagian besar data pengunduran diri ternyata berkaitan dengan perpindahan status kepegawaian atau proses pensiun.
Baca juga: Mirisnya ASN Pekalongan di Kasus Fadia Arafiq: Dipaksa Bikin SPJ Perusahaan hingga Cari TTD ke Salon
Sebanyak 1.147 orang, misalnya, merupakan PPPK paruh waktu yang beralih menjadi PPPK penuh waktu di instansi baru.
Mereka diwajibkan mengundurkan diri secara administratif dari instansi lama, tetapi tetap berstatus ASN.
Sementara 962 PNS lainnya masuk kategori pensiun dini yang berkaitan dengan penerbitan surat keputusan pensiun pada Semester I 2026.
Namun, 384 orang yang benar-benar meninggalkan ASN menjadi bagian yang menarik untuk dicermati.
Sebab, mereka memilih keluar dari pekerjaan yang selama ini dikenal menawarkan kepastian dan stabilitas.
Ketika ASN Tak Lagi DiperjuangkanKepala BKN Zudan Arif Fakrulloh mengatakan, alasan ASN yang mengundurkan diri cukup beragam.
Mulai dari persoalan keluarga, ingin fokus pada pekerjaan atau bidang lain, lokasi kerja yang terlalu jauh, kondisi sakit, hingga keinginan mengembangkan usaha.
"Namun yang terpenting, kami dari BKN meluruskan pandangan bahwa jumlah mayoritas murni karena perubahan status kepegawaian, dan telah memenuhi syarat pensiun. Ini adalah hal yang sangat wajar dalam hukum kepegawaian Indonesia," ungkap Zudan kepada Kompas.com, Kamis (13/8/2026).
Baca juga: BKN Luruskan Data 2.722 ASN Mengundurkan Diri, Hanya 384 Orang Benar-benar Keluar
Artinya, pemerintah tidak melihat angka tersebut sebagai gelombang besar ASN yang meninggalkan birokrasi.
Meski demikian, alasan yang muncul dari 384 ASN tersebut memperlihatkan bahwa pilihan untuk menjadi ASN tidak selalu berakhir dengan keputusan untuk bertahan hingga masa pensiun.
Bagi sebagian orang, status sebagai ASN ternyata tidak cukup untuk membuat mereka mengesampingkan pilihan karier, keluarga, maupun kesempatan lain di luar pemerintahan.
Fenomena ini menjadi semakin menarik karena profesi ASN masih memiliki peminat yang sangat tinggi.
Masuk Sulit, Keluar Pun DipilihBKN memastikan minat masyarakat untuk menjadi PNS masih tinggi.
Zudan mengatakan, rata-rata hanya sekitar 7 persen peserta yang berhasil masuk menjadi PNS.





