Breaking! 2 Kapal BUMN Minyak Diserang di Selat Hormuz

cnbcindonesia.com
1 jam lalu
Cover Berita
Foto: Ilustrasi kapal diserang di Selat Hormuz (via REUTERS/ROYAL THAI NAVY)

Jakarta, CNBC Indonesia - Dua kapal perusahaan BUMN minyak Uni Emirat Arab (UEA), Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC), diserang di Selat Hormuz, Kamis malam waktu setempat. UEA menuding Iran sebagai pelaku serangan.

Mengutip Reuters, Jumat (14/8/2026), serangan tersebut merupakan insiden kedua yang melibatkan kapal ADNOC dalam waktu kurang dari sepekan. Pada Sabtu, UEA juga mengecam apa yang disebutnya sebagai serangan Iran terhadap kapal yang terkait dengan perusahaan minyak milik negara tersebut saat melintasi selat.

"ADNOC mengatakan situasi telah berhasil dikendalikan," tulis kantor berita pemerintah UEA, WAM.


Sementara itu, Kementerian Luar Negeri UEA juga mengecam serangan seraya menyebut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) berada dibaliknya. Kementerian mengatakan pasukan elite itu melakukan "aksi pembajakan" dengan menargetkan kapal komersial dan menggunakan Selat Hormuz sebagai alat untuk memberikan tekanan ekonomi atau pemerasan.

Pilihan Redaksi
  • Bos Rp 7.200 Triliun Mau Turun Tahta, Group Perusahaan Memanas
  • Maaf Mr Trump, China Makin Disukai Negara Berkembang Dibanding AS
  • Jet Tempur F-16 Jatuh dan Terbakar, Pilot Selamat Usai Lontarkan Diri
  • 81 Tahun Hilang, Bangkai Kapal PD II Mendadak Muncul ke Permukaan

"Tindakan tersebut menjadi ancaman langsung terhadap stabilitas kawasan dan keamanan energi global," ujarnya.

Sayangnya, WAM maupun Kementerian Luar Negeri UEA tidak memberikan rincian mengenai jenis kapal, muatan, maupun kemungkinan kerusakan yang terjadi. Tidak ada korban luka yang dilaporkan.

Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri Iran maupun IRGC belum memberikan komentar terkait tuduhan tersebut.

Sebelum konflik pecah, sekitar seperlima minyak dan gas alam cair (LNG) dunia melewati jalur sempit yang berada di antara Oman dan Iran tersebut. Sejak perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran pecah pada 28 Februari, pelayaran melalui Selat Hormuz berulang kali terganggu.

Kondisi tersebut mendorong kenaikan tarif angkutan laut dan meningkatkan kekhawatiran terkait keamanan pelayaran. IRGC sebelumnya telah mengancam akan mengambil tindakan terhadap kapal-kapal yang melintasi selat tersebut apabila kapal itu terkait dengan negara-negara yang dianggap sebagai lawan Teheran atau tidak mematuhi arahan Iran.

ADNOC berada di Abu Dhabi. Perusahaan ini merupakan salah satu produsen energi terbesar di dunia dan mengekspor minyak mentah, gas alam, serta produk olahan ke berbagai negara.


(sef/sef)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Kesepakatan Jalur Pelayaran Selat Hormuz Masuk Tahap Akhir

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Konstruksi Smelter HPAL Pomalaa Tuntas 100 Persen, PT Vale Bersiap Masuk Tahap Operasional
• 13 jam lalupantau.com
thumb
UEA Sebut Iran Serang Dua Kapal Minyaknya di Selat Hormuz
• 2 jam laludetik.com
thumb
Polisi Ungkap Fakta Baru di Balik Aksi Geruduk Rumah MC The Sounds Project, Kasus Dugaan Penistaan Agama
• 16 jam laludisway.id
thumb
Latihan Gabungan TNI AL dan China Dikecam Taiwan, Kadispenal: Sebatas Passing Exercise
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
INDY Dirikan 2 Anak Usaha Baru di Bidang Logistik dan Kepelabuhanan
• 1 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.