JAKARTA, KOMPAS.com - Di tengah padatnya permukiman Jakarta, lahan kosong menjadi sesuatu yang sulit ditemukan.
Namun, keterbatasan itu justru membuat Taufiq Supriadi mencari cara lain untuk menghadirkan ruang yang bisa menghasilkan.
Ketua RT 08 RW 04 Malaka Jaya, Duren Sawit, Jakarta Timur, itu memilih memanfaatkan ruang di atas selokan untuk membuat kolam lele.
Di bawah kolam, air tetap mengalir. Di atasnya, ratusan kilogram ikan lele dipelihara.
Dari ruang sederhana sepanjang 14 meter itu, Taufiq berharap ada rezeki yang mengalir kembali kepada warga.
Baca juga: Ketua RT di Duren Sawit Bangun Kolam Lele di Selokan, Terinspirasi dari Jepang
“Di sini semua sudah beton, enggak ada tanah kosong. Tujuan saya juga supaya lingkungan punya pemasukan tambahan dan ketahanan pangan,” ujar Taufiq saat ditemui Kompas.com di Duren Sawit pada 5 November 2025.
Terinspirasi dari Tokyo
Gagasan membuat kolam lele di atas selokan muncul setelah Taufiq melihat sistem saluran air di Tokyo, Jepang.
Saat berkunjung ke sana, ia melihat ikan dapat hidup di sekitar saluran air tanpa mengganggu fungsi utama saluran tersebut.
“Waktu ke Tokyo, saya lihat ada ikan di saluran air. Itu sama seperti ini dua lantai, bagian bawah untuk air kotor, bagian atas untuk ikan,” kata Taufiq.
Pengalaman itu kemudian dipadukan dengan sistem serupa yang pernah ia lihat diterapkan di Institut Pertanian Bogor (IPB).
Taufiq pun mencoba membawa konsep tersebut ke lingkungan tempat tinggalnya.
Ia membangun kolam di atas saluran air sepanjang 14 meter menggunakan beton tipe U-Ditch.
Beton tersebut memiliki kedalaman sekitar 60 sentimeter.
Baca juga: Bangun Kolam Lele di Selokan, Ketua RT di Duren Sawit: Alhamdulillah Belum Pernah Banjir
Bagian atas sedalam 25 sentimeter digunakan sebagai kolam lele, sedangkan 35 sentimeter di bawahnya tetap berfungsi sebagai saluran air.