VIVA – Memasuki usia 54 tahun, Yuni Shara ternyata belum memiliki rencana untuk kembali menikah. Penyanyi senior tersebut mengaku tidak sedang memprioritaskan pernikahan dalam kehidupannya saat ini, meski sesekali terlintas keinginan untuk memiliki seseorang sebagai teman menua dan berbagi.
Hal itu diungkapkan Yuni saat berbincang dengan Ivan Gunawan. Ketika ditanya mengenai kemungkinan dirinya membangun rumah tangga kembali, Yuni justru mengatakan bahwa hingga kini belum ada rencana khusus yang ingin dikejar dalam urusan asmara.
“Nggak tau nggak pernah pengen ngeduluin apa-apa juga gitu yang nyambung aja juga belum (ada),” ujar Yuni yang dikutip dari YouTube C8 Podcast pada Jumat, 14 Agustus 2026.
Keputusan Yuni untuk tidak terburu-buru mencari pasangan tidak terlepas dari perjalanan hidup yang telah dilewatinya. Ia mengaku sudah sekitar 18 tahun menjalani kehidupan seorang diri.
Dalam rentang waktu tersebut, Yuni terbiasa menentukan berbagai hal sendiri. Mulai dari mengambil keputusan hingga menjalani aktivitas sehari-hari, semuanya dilakukan tanpa harus berdiskusi dengan pasangan.
Meski demikian, bukan berarti Yuni sama sekali tidak pernah membayangkan bagaimana rasanya memiliki teman hidup. Ia mengakui sesekali muncul keinginan untuk mempunyai seseorang yang dapat diajak berdiskusi mengenai berbagai hal.
“Karena nggak mudah juga aku udah 18 tahun sendiri gitu terus misalnya ada orang mungkin teman menua mungkin ada sih kadang kepengenan oh punya temen tuh enak ya. Kan semuanya kita putusin sendiri selama bertahun-tahun. Misalnya ada dua kepala gitu (untuk diskusi),” ungkapnya.
Yuni Shara Tak Fokus Berdoa Minta JodohMenariknya, Yuni juga mengungkap bahwa dirinya saat ini tidak secara khusus berdoa agar segera mendapatkan jodoh. Dibandingkan meminta pasangan, doa yang selama ini lebih sering ia panjatkan justru berkaitan dengan kesehatan dan keluarganya.
“Iya ya mungkin aku nggak (berdoa minta jodoh),” kata Yuni.
Ia kemudian menjelaskan bahwa dulu dirinya mungkin pernah memiliki doa mengenai pasangan. Namun, seiring berjalannya waktu, prioritas tersebut berubah.
“Iya ya mungkin aku nggak (berdoa minta jodoh).”





