Prabowo: Kami Bekerja Selalu Berorientasi Pada Kepentingan Rakyat

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan, kerja pemerintah di bawah kepemimpinannya selalu berorientasi pada kepentingan rakyat.

"Dalam bekerja kami selalu berorientasi kepada kepentingan rakyat dan kepentingan anak-anak mereka dan cucu-cucu mereka," katanya dalam pidato Sidang Tahunan MPR RI, Jumat (14/8/2026).

Hal ini termasuk satu dari empat pendorong utama cara kerja pemerintahan Presiden Prabowo.

Baca juga: Ketua DPD: Bangsa Ini Selalu Mampu Berdiri Tegak di Tengah Badai

Selain orientasi pada rakyat, Prabowo mengatakan, pemerintah selalu menjaga dan melaksanakan perintah Undang-Undang Dasar (UUD) Negara Republik Indonesia (NRI) 1945.

"Kedua, kami bekerja untuk menjaga, menjalankan, dan melindungi kepentingan inti nasional yang vital," ucapnya.

Hal ini termasuk menjaga dan mengelola sebaik-baiknya kekayaan bangsa Indonesia.

Baca juga: Mendagri Dorong Pemanfaatan Rilis Publikasi Statistik Perumahan BPS untuk Tekan Backlog

Agar kekayaan alam Indonesia sepenuhnya dimanfaatkan untuk kemakmuran rakyat.

Inti pendorong terakhir adalah bekerja untuk mengatasi kesulitan rakyat dalam waktu yang paling singkat.

"Saya belum bisa mengatakan bahwa seluruh persoalan bangsa telah selesai, atau bahwa seluruh janji yang saya ucapkan telah tertunaikan, belum," ucap Prabowo.

Namun menurut Prabowo, dalam kurun waktu dua tahun ia membuktikan dengan keberanian mengambil keputusan dan didukung oleh gotong royong, masalah bisa terselesaikan.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Baca juga: Ketua DPD Yakin RUU Daerah Kepulauan Jadi Legacy Penting Prabowo Usai Masuk Prolegnas

"Masalah-masalah yang selama puluhan tahun dianggap sangat rumit atau terlalu rumit dapat kita mulai selesaikan," tuturnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
China dan UEA Diduga Jadi Negara Tujuan Penyelundupan Emas Ilegal
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Media Inggris Analisis Kekuatan Elkan Baggott Cs, Optimistis Promosi ke Liga Inggris
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
TIM PKM UNWAHA Latih Guru Kembangkan Media Pembelajaran Sains Berbasis IoT
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Lalu Lintas Depan Gedung DPR Sempat Ditutup Saat Prabowo Melintas, Klakson Bersahutan
• 4 jam lalukompas.com
thumb
Ada Proyek Tambang Nikel Baru, Vale Targetkan Operasional di 2029
• 15 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.