JAKARTA - Ketua MPR RI, Ahmad Muzani menutup pidatonya dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI dengan membacakan tiga pantun. Salah satu pantunnya berisi pesan kepada seluruh rakyat Indonesia agar menjaga persatuan dan tidak saling menghujat.
Muzani membacakan pantun tersebut di hadapan peserta sidang di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Sebelum membacakan pantun, Muzani terlebih dahulu menyampaikan ucapan Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 sekaligus mengajak seluruh peserta sidang untuk terus menjaga persatuan.
“Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81. Bersatu, berdaulat, adil, dan makmur. Sekali merdeka, tetap! Merdeka! Sidang majelis saudara-saudara sekalian yang saya hormati. Sebelum tutup, kami meminta izin untuk membaca tiga buah pantun,” kata Muzani.
Pantun pertama berisi optimisme untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara yang berdaulat, adil, dan makmur.
Baca Juga:Inflasi Tembus 4,47 Persen, Pemprov Kalteng Diminta Perkuat Pengendalian Harga Pangan“Burung dara, burung merpati. Terbang tinggi ke langit timur. Kita optimis wujudkan negeri Indonesia berdaulat, adil, dan makmur,” ujarnya.
Pantun kedua menyinggung kebijakan Presiden yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi rakyat dan membuat Indonesia semakin maju.
“Kuda Sumbawa, kuda terkuat. Dibuat lomba dapat piala. Kebijakan Presiden yang merakyat, menjadikan Indonesia semakin menyala,” sambungnya.
Kemudian, Muzani membacakan pantun terakhir yang secara khusus ditujukan kepada seluruh rakyat Indonesia. Ia mengajak masyarakat untuk menjaga persatuan dan menghindari saling menghujat.
“Buah nangka, buah alpukat. Manis rasanya bikin terpikat. Ini pesan untuk seluruh rakyat, mari bersatu jangan saling menghujat,” pungkasnya.
#nasional




