JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek wilayah Kampung Bahari, Jakarta Utara, pada Kamis (13/8/2026).
Operasi ini dilakukan dari hasil pengembangan dari penangkapan seorang buronan kasus narkotika berinisial MR alias "Bos Gendut".
MR diduga menjadi salah satu bos narkoba yang beroperasi di Kampung Bahari. Ia telah masuk daftar buronan sejak November 2025.
Baca juga: Lokasi Demo 14 Agustus di Jakarta Hari Ini, Awas Macet
Direktur Penindakan dan Pengejaran Deputi Bidang Pemberantasan BNN RI Brigjen Pol Roy Hardi Siahaan mengatakan, MR ditangkap pada Rabu (12/8/2026) pukul 20.09 WIB.
Saat itu, petugas membuntuti MR yang bergerak dari Kampung Bahari menuju sebuah salon kecantikan di wilayah Mangga Besar, Jakarta Barat.
"Salah satu dari gembong narkoba tersebut yang merupakan buronan terkait dengan kasus narkoba pada tanggal 7 November 2025 atas nama MR atau Bos Gendut," ujar Roy dalam konferensi pers, Kamis (13/8/2026), dikutip dari Kompas TV.
Setelah menangkap MR, BNN melakukan introgasi untuk menggali informasi mengenai jaringan narkoba yang diduga dikendalikannya.
Dari hasil interogasi, petugas memperoleh informasi mengenai sejumlah orang yang berkaitan dengan MR serta lokasi penyimpanan barang bukti di rumahnya di Kampung Bahari.
BNN kemudian berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya untuk melakukan operasi lanjutan. Petugas kemudian bergerak ke Kampung Bahari sekitar pukul 06.00 WIB pada Kamis.
"Jadi kegiatan operasi ini diawali dengan pengejaran salah satu buronan atau gembong narkoba yang ada di Kampung Bahari yang terjadi pada tahun lalu, sekitar awal bulan November tahun 2025," kata Roy.
Baca juga: Viral Video Satu Keluarga Komplotan Penipu Ditangkap di Depok, Ini Penjelasan Polisi
Petugas Sempat Mendapat Perlawanan dari LoyalisOperasi yang dilakukan tidak berjalan mulus. Petugas mendapat perlawanan dari sejumlah orang yang disebut sebagai loyalis MR.
"Walaupun pada akhirnya kami tahu tadi ada sempat melakukan perlawanan dari loyalisnya Bos Gendut hingga satu orang anggota kita, anggota Polri, mengalami luka di bagian matanya atau di bagian kiri matanya," ujar Roy.
Roy mengatakan, perlawanan serupa juga pernah terjadi dalam sejumlah operasi sebelumnya di wilayah tersebut.
"Dalam beberapa kali kita melakukan operasi selalu ada perlawanan yang kita sinyalir bahwa itu adalah loyalis-loyalis, termasuk mereka-mereka yang merasa terganggu akan tindakan-tindakan operasi yang kita lakukan baik itu oleh Polri maupun oleh BNN," ucapnya.
Selain Bos Gendut, petugas juga menangkap tiga orang lainnya yang diduga bertugas sebagai pengedar narkoba di Kampung Bahari.





