Harga Tembaga Tertekan Kekhawatiran Permintaan, Cetak Pelemahan Mingguan

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Harga tembaga turun pada perdagangan Jumat (14/8/2026) dan diperkirakan mengakhiri rangkaian kenaikan mingguan terpanjang sejak 2020.

Harga Tembaga Tertekan Kekhawatiran Permintaan, Cetak Pelemahan Mingguan. (Foto: iStock)

IDXChannel - Harga tembaga turun pada perdagangan Jumat (14/8/2026) dan diperkirakan mengakhiri rangkaian kenaikan mingguan terpanjang sejak 2020.

Pelemahan terjadi seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap prospek permintaan, yang turut menekan kompleks logam industri secara lebih luas.

Baca Juga:
Merdeka Copper (MDKA) Tingkatkan Kepemilikan Saham di EMAS

Harga tembaga acuan tiga bulan di London Metal Exchange (LME) turun 0,56 persen menjadi USD14.069 per ton pada pukul 10.00 WIB.

Tembaga diperkirakan mengakhiri pekan di kisaran level awal pekan, sekaligus menghentikan tren penguatan selama enam pekan berturut-turut.

Baca Juga:
Prabowo Tegaskan BUMN Tidak Boleh Jadi Sumber Dana Penguasa

Sementara itu, kontrak tembaga yang paling aktif diperdagangkan di Shanghai Futures Exchange (SHFE) turun tipis 0,33 persen menjadi 107.460 yuan atau sekitar USD15.935,82 per ton.

Kekhawatiran terhadap prospek permintaan muncul meski tekanan inflasi mulai mereda dan kekhawatiran terhadap suku bunga menurun.

Baca Juga:
Prabowo Targetkan Bangun 1.582 Kapal Ikan Modern di 2027

Analis Fastmarkets Andy Farida mengatakan, dikutip Reuters, permintaan logam dasar memang masih terlihat tangguh, tetapi keberlanjutan momentum tersebut mulai dipertanyakan karena harga aset telah meningkat dengan cepat, sementara pertumbuhan upah masih relatif lemah.

Data inflasi Amerika Serikat (AS) yang lebih rendah dari perkiraan membantu mengurangi kemungkinan Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga pada September.

Kondisi tersebut seharusnya mendukung logam industri yang sensitif terhadap pertumbuhan ekonomi seperti tembaga karena biaya pendanaan yang lebih rendah dapat menopang aktivitas ekonomi.

Namun, pelaku pasar kini memperkirakan peluang The Fed menaikkan suku bunga pada pertemuan September sebesar 41 persen, turun dari 44 persen pada pekan lalu, berdasarkan CME FedWatch Tool.

Di antara logam lainnya, aluminium menjadi komoditas dengan pelemahan terbesar pada Jumat.

Harga aluminium di LME turun 0,98 persen dan mencatat penurunan mingguan 1,42 persen. Di SHFE, harga aluminium turun 1,28 persen dan berakhir 0,64 persen lebih rendah dibandingkan posisi awal pekan.

Prospek pemulihan pasokan dari Timur Tengah meredakan kekhawatiran terkait potensi kelangkaan aluminium.

Selain itu, produksi alumina di kilang Alunorte milik Norsk Hydro di Brasil mulai kembali meningkat pada Kamis, setelah sebelumnya mengalami pengurangan produksi sementara yang sempat menopang harga.

Di LME, harga seng turun 0,61 persen, timbal melemah 0,26 persen, nikel turun 0,66 persen, dan timah terkoreksi 0,28 persen.

Sementara di SHFE, harga seng turun 0,47 persen, timbal melemah 1,13 persen, nikel turun 1,28 persen, dan timah terkoreksi 0,08 persen. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kepala Bappenas Sebut Pelindungan Pekerja Migran Bisa Memperluas Pasar Indonesia di Tingkat Global
• 3 jam lalupantau.com
thumb
Jumat Ini Harga Emas Antam Anjlok Rp36.000 Jadi Rp2,664 Juta per Gram
• 3 jam lalunarasi.tv
thumb
Transaksi UMKM BISA Ekspor Tembus Rp4,49 Triliun dalam Enam Bulan, Lampaui Capaian 2025
• 7 jam lalupantau.com
thumb
2 Pria Ditemukan Bersimbah Darah di Kamar Kontrakan Cimahi, 1 Tewas
• 16 jam lalurctiplus.com
thumb
Wall Street Hijau, S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru
• 6 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.