Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya akses pendidikan layak bagi seluruh anak di Indonesia. Untuk itu, pemerintah menggenjot program perbaikan sekolah yang diklaim terbesar dalam sejarah.
Hingga tahun ini, Prabowo mengatakan 71.744 sekolah sudah direnovasi, meningkat dari 16.167 sekolah pada tahun lalu. Selanjutnya, pemerintah menargetkan perbaikan 100.000 sekolah selesai pada 2029, termasuk SD, SMP, SMA, SMK, hingga pesantren.
Salah satu peningkatan yang diberikan ke sekolah-sekolah adalah fasilitas layar pintar interaktif (IFP) untuk semua sekolah di Indonesia. Pada 2025 lalu, Prabowo mengatakan pemerintah telah membagikan 1 layar pintar ke setiap sekolah.
Selanjutnya, pemerintah akan menggenjot 3 layar di setiap sekolah. "Artinya, setap sekolah akan memiliki 4 ruang kelas yang dilengkapi layar pintar interaktif," ujar Prabowo.
Dengan layar pintar tersebut, guru-guru di berbagai penjuru Tanah Air memiliki akses ke kurikulum dan konten di semua bidang. Bahkan, guru-guru bisa mengakses kurikulum di luar negeri.
Lebih lanjut, pemerintah juga membangun studio-studio terpusat. Guru-guru terbaik bisa menyiarkan materi-materi pelajaran dari jarak jauh dan disiarkan ke ribuan sekolah melalui layar-layar pintar.
"Pelajaran apa pun kita akan kumpulkan guru-guru terbaik, termasuk untuk bahasa asing. Mutlak harus kita kuasai," kata Prabowo.
(fab/fab)




