Pegiat media sosial Yusuf Dumdum menyoroti utang pemerintah di era Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang per Juni 2026 tembus lebih dari Rp10.000 triliun.
Yusuf menyindir gaya komunikasi Purbaya yang dianggap sebagai “gimmick” karena mampu membuat para pendukungnya tetap membela meski utang negara terus menumpuk.
"Pengen tahu apa komentar fans Purbaya melihat ini? Sejak awal sudah dibilang sama aja. Sekarang malah lebih gila dan buruk! Tapi salut sih, gimmick Purbaya sukses bikin fansnya jadi buta dan tuli," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip (14/8).
Sebelumnya, Purbaya menegaskan akan melihat perkembangan utang hingga akhir tahun. Menurutnya, rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) masih aman di bawah batas 60%. Saat ini, utang setara dengan sekitar 41% PDB nasional.
"Belum kan berakhir tahunnya. Nanti kita lihat akhir tahun pertumbuhannya seperti apa, harusnya akan bisa turun lagi sedikit," ungkap Purbaya kepada wartawan di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Ia menambahkan, strategi pemerintah adalah menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap di bawah 3% serta memperketat pengumpulan pajak.
Baca Juga: Purbaya Beri Peringatan Keras ke Pegawai Pajak Usai 2 ASN Jadi Tersangka Kasus TPL
"Strateginya kita akan batasin defisit supaya nggak tinggi-tinggi amat," jelasnya.
"Kita akan efektifkan tax collection kita, bukan naikin pajak ya. Tapi kita bersihkan cara kita beroperasi menggunakan pajak," tandasnya.





