Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyoroti pentingnya Sekolah Rakyat sebagai upaya pemerintah memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Salah satu kisah yang disampaikan Prabowo adalah Muhammad Risky Pratama, siswa berusia 12 tahun yang sempat putus sekolah.
Risky kini kembali mendapatkan kesempatan untuk belajar setelah menjadi siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 2 Medan.
Advertisement
Dalam pidatonya, Prabowo mengatakan Sekolah Rakyat dirancang sebagai sekolah berasrama bagi anak-anak dari keluarga paling tidak berdaya. Selain ruang kelas, sekolah tersebut menyediakan tempat tinggal, makanan bergizi, komputer, guru, serta lingkungan yang aman.
“Kita juga membangun Sekolah Rakyat. Sekolah berasrama bagi anak dari keluarga paling tidak berdaya, dengan ruang kelas, tempat tinggal, makanan bergizi, komputer, guru, dan lingkungan yang aman. Kita ingin memutuskan lingkaran kemiskinan,” kata Prabowo dalam pidatonya di Sidang Tahunan MPR di Kompleks MPR/DPR Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Menurut Prabowo, kondisi ekonomi keluarga tidak seharusnya membuat anak kehilangan kesempatan untuk memperoleh pendidikan.
“Kalau orang tua mengalami kondisi kemiskinan, anak-anak mereka tidak boleh. Sesuai Pasal 34 Undang Undang Dasar Negara kita, negara harus intervensi,” ujarnya.




