Prabowo Subianto Presiden RI mengungkapkan ada sejumlah menteri dan pembantunya yang sakit hingga harus menjalani perawatan di rumah sakit akibat kelelahan karena bekerja keras selama 21 bulan pemerintahannya.
Hal itu disampaikan Prabowo dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI, di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
“Demikian kerasnya menteri-menteri saya dan pembantu-pembantu saya telah bekerja. Beberapa di antara mereka terpaksa masuk rumah sakit. Ada yang pingsan, ada yang operasi, banyak yang kecapean,” kata Prabowo seperti dipantau siaran Youtube Sekretariat Presiden.
Ia bahkan sempat menjanjikan waktu istirahat lebih banyak kepada para pembantunya untuk sisa masa jabatan. Namun, menurut Prabowo, para menteri justru merespons dengan candaan.
“Saya berjanji kepada mereka bahwa dalam sisa masa jabatan saya ini, saya akan memberi lebih banyak waktu istirahat untuk mereka. Dan mereka menjawab, ‘Janji tinggal janji’,” ucap Prabowo.
Menurut Kepala Negara, selama 663 hari, pemerintahannya telah memutuskan dan menjalankan 121 kebijakan transformatif untuk menyelesaikan berbagai persoalan negara. Artinya, rata-rata satu kebijakan transformatif diputuskan setiap lima hari.
Ia menilai ritme kerja itu menunjukkan kesungguhan para menteri dan jajaran pemerintah dalam menjalankan amanah rakyat.
Prabowo juga menyebut kerja keras itu didasari empat pedoman utama, mulai dari menjalankan amanat UUD 1945, menjaga kepentingan nasional, mengatasi kesulitan rakyat secepat mungkin, hingga memastikan kebijakan pemerintah berorientasi pada kepentingan rakyat dan generasi mendatang.
Meski demikian, ia mengakui belum seluruh persoalan bangsa berhasil diselesaikan, dan belum semua janji pemerintah tertunaikan. Namun, ia menilai sejumlah masalah yang selama puluhan tahun dianggap rumit mulai bisa ditangani.Salah satu capaian yang disorot Prabowo adalah swasembada pangan.
“Dan karena kebijakan-kebijakan kita dan kerja keras kita, swasembada pangan yang dahulu kita targetkan tercapai dalam empat tahun, ternyata berhasil kita capai dalam waktu satu tahun,” bebernya.
Capaian itu dinilai penting di tengah situasi global yang menghadapi ancaman kelangkaan pangan serta cuaca yang semakin tidak menentu.
Prabowo memastikan kondisi pangan Indonesia saat ini berada dalam keadaan aman, termasuk untuk menghadapi potensi El Nino yang disebut bisa berlangsung cukup kuat tahun ini.
“Kita, alhamdulillah, dapat saya laporkan di majelis ini, soal pangan, soal makanan untuk rakyat Indonesia, kita berada dalam keadaan aman dan kita akan mampu menghadapi tantangan-tantangan termasuk tantangan El Nino yang katanya tahun ini El Nino-nya akan berarti El Nino yang paling paling dahsyat,” ungkapnya.
Menurut Presiden, percepatan swasembada salah satunya ditopang kebijakan penyederhanaan penyaluran pupuk. Pemerintah menghapus 145 aturan penyaluran pupuk dan menurunkan harga pupuk sebesar 20 persen. Pada saat yang sama, volume ketersediaan pupuk disebut meningkat sehingga petani lebih mudah mendapatkannya.
Presiden menegaskan, pola kerja gotong royong antarlembaga akan terus dipertahankan untuk menghadapi tantangan pangan ke depan, termasuk ketidakpastian cuaca dan ancaman El Nino.
Dalam pidatonya, Prabowo juga menekankan bahwa pemerintah akan terus bekerja keras karena tugas dari rakyat merupakan amanah sekaligus kehormatan.
“Tugas dari rakyat adalah kehormatan yang mulia bagi kita. Karena itu, kita akan bekerja dengan sekeras-kerasnya. Kita akan habis-habisan bekerja untuk rakyat dan bangsa kita,” pungkasnya. (bil/ipg)




